Jika Engkau Menikah Nanti

rings marry its sunnahBila engkau telah menikah nanti…

Jadilah teladan dalam rumah tangga. Didiklah istrimu dengan baik, sebab dialah yang akan menjadi sekolah pertama bagi anak-anakmu. Ajari ia tentang kewajiban-kewajiban agama, dan jangan biarkan ia melanggar larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya. Jagalah kemuliaan dan kehormatannya. Ajari ia agar menjauhi ikhtilath (bercampur baur dengan laki-laki yang bukan mahramnya) dan juga tabarruj (Bersolek di depan orang lain selain dirimu). Jangan biarkan ia meninggalkan istana kecilmu tanpa menutup aurat. Jagalah agar jangan sampai ia terjerumus dalam kerusakan akhlak dan agama. Berlemah lembutlah terhadapnya, karena Islam telah menempatkan kedudukan wanita pada martabat yang tinggi.

Bila engkau menikah nanti…

Jangan sekali-kali engkau ingin diperlakukan seperti raja dalam “istana”. Disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan. Jika itu kau lakukan, maka ”istanamu” tidak akan langgeng. Tapi pahami ia, dan ajari dia bagaimana menjadi istri yang baik, niscaya dia akan memperlakukanmu lebih dari yang kau inginkan. Istrimu bukanlah seorang Hajar, bukan juga seorang Maryam, bukan pula seorang Aisyah, Apalagi Khadijah. Read the rest of this entry

Pengaruh Sudut Inlet Secondary Air Terhadap Abrasion Rate dan Reaksi Pembakaran pada Boiler CFB dengan Simulasi CFD

Laporan Simulasi

SUMMARY

Boiler CFB banyak digunakan untuk PLTU skala kapasitas menengah dan besar. Boiler ini dinilai lebih efisien dibanding dengan tipe boiler lain. Boiler FCB ini amat rentan terhadap abrasi, seperti yang terjadi pada PLTU Tarahan yang juga menggunakan boiler tipe ini. PLTU Tarahan menggunakan bahan bakar batu bara dan pasir silika sebagai bed-nya. Pada saat pelaksanaan uji keandalan unit selama 30 hari secara terusmenerus, pada hari ke 26, telah terjadi kegagalan pada boiler CFB berupa bocornya water wall tube. Kebocoran tuk terjadi akibat dari erosi oleh material bed, yang terdiri dari pasir kuarsa, batu bara, limestone dan udara yang berada di ruang bakar. Kegagalan tersebut dapat dijadikan latar belakang dilakukannya simulasi aliran material bed dan mengkaji kemungkinan penyebab terjadinya erosi oleh material bed pada water wall tube.

Kata kunci : CFB, CFD, Abrasi, pembakaran

.

GENERAL

Objective
  1. Membuat simulasi permodelan pada boiler CFB
  2. Memperoleh desain letak inlet air dan solid material yang memiliki abrasion rate yang minimum.
  3. Mengetahui interaksi aliran dan energi antara gas panas hasil pembakaran bahan bakar, udara primer, udara sekunder, aliran batubara, dan aliran bed.
  4. Mengetahui distribusi temperature akibat pembakaran pada boiler.
  5. Mempelajari aliran fluida yang terjadi dalam boiler
  6. Mengetahui proses pembakaran barubara pada furnace
  7. Meningkatkan proses pembelajaran simulasi software bagi mahasiswa

Scope of Work

Report ini mencakup simulasi pada boiler CFB. Pada boiler type CFB terdapat 3 bagian utama yaitu:

1. FURNACE yang berfungsi sebagai tempat terjadinya pembakaran bahan bakar. Komponen yang terdapat di Furnace: Wall tube, Panel Evaporator, Panel Superheater .

2. CYCLONE yang berfungsi untuk memisahkan batubara yang belum terbakar dengan abu (ash) sisa pembakaran dan mengembalikannya ke Furnace. Komponen utama Cyclone: Cyclone, SealPot, Seal Pot Duct.

3. BACKPASS yang berfungsi sebagai ruang pemanfaatan kalor yang terdapat dalam flue gas. Komponen utama di Backpass: Finishing Superheater, Low Temperature Superheater, Economizer, dan Tubular Air Heater

Simulasi hanya dilakukan pada bagian furnace, karena Read the rest of this entry

Tips Mengerjakan Tugas Akhir

Ada beberapa tips bagi temen-temen yang lagi ngerjain tugas akhir. Tips yang dilihat dari sisi yang lain, yang berbumbu “bahasa langit”.

1. SEMANGAT

Ngerjain tugas akhir harus semangat, jangan loyo! Selama semangat menyertai, kelelahan tidak akan berarti. Ingat sabda Nabi, “Ihrish ‘ala maa yanfa’uk“: Bersemangatlah atas apa yang bermanfaat bagimu!

2. OPTIMIS

Penuhi diri dengan rasa percaya diri dan yakin bahwa tugas akhir dapat diselesaikan dengan baik. Percayalah bahwa bukan sebatas diri ini yang menentukan keberhasilan sesuatu, tetapi ada Dzat yg maha berbuat, maha mentakdirkan, yang menjadi faktor penentu apa yang kita kerjakan. Oleh karena itu yakinlah bahwa Allah Ta’ala akan senantiasa membantu hambaNya.
dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman, “Inni ‘inda zhanni ‘abdiy bi..”:Aku sesuai dengan prasangka hambaKu padaKu.

3. JANGAN MENUNDA-NUNDA

Inilah penyakit kronis mahasiswa, cenderung menjadi procrastinator dan deadliner. Seorang mahasiswa muslim hendaknya jauh dari sifat ini. Karena ia sadar bahwa kewajibannya sebagai seorang muslim, lebih banyak daripada waktu yg tersedia. Ia akan langsung beralih pada aktivitas lain setelah selesai mengerjakan sebuah aktivitas tertentu. Sesuai dengan apa yang Allah Ta’ala firmankan, “Faidza faraghta fanshab : Jika telah selesai (dari suatu urusan), kerjakan dengan sungguh2 (urusan yg lain)!” [QS Al Insyirah:7]

4. TINGKATKAN KETAKWAAN

Ketika tugas akhir menemui berbagai kesulitan dalam pengerjaan, dan menjadikan diri cenderung tertekan, ingatlah bahwa ada yg maha menghapus kesusahan. Read the rest of this entry

Sterilisasi Kios Stasiun UI? Setuju!

1117202-lks-stasiun-pondok-cina-620X310Bagi yang memahami, atau setidaknya pernah belajar fire protection engineering, tentunya setuju akan sterilisasi platform(peron) stasiun dari kegiatan jual-beli. Platform harus cukup untuk menampung jumlah maksimum penumpang yg ada dalam KRL. Adanya kios-kios di platform akan menambah densitas occupant(dalam hal ini penumpang KRL), sehingga menghambat sirkulasi dan evakuasi penumpang KRL. Penerapan e-ticketing untuk tarif progresif pun belum dapat dilakukan, karena kios-kios berapa pada “paid area”.

Jika setuju akan adanya kios dalam platform, harusnya sih juga setuju adanya penumpang yang naik di atap KRL. Pedagang butuh makan, penumpang butuh tumpangan. Menyediakan kios di platform, sama juga menyediakan kursi di atap KRL untuk mengakomodasi penumpang atap, tentunya kursinya dilengkapi dengan safety belt :D

“PT. KAI memprediksi 5-10 tahun ke depan, ComLine akan menjadi salah satu transportasi utama, dengan pengguna yang mungkin mencapai ratusan ribu orang tiap harinya. Oleh karena itu, platform memang harus disterilisasi dari saat ini, karena akan lebih sulit untuk melakukan sterilisasi di tahun-tahun mendatang.”[1]

Simak juga kata pak DI soal sterilisasi platform:
“Yang dipindahkan kan rakyat juga. Sebaiknya kerjasama Pemda dan KAI (penertiban pedagang). Saya minta KAI hubungi walikota untuk relokasi. Stasiun segitu saja, penumpang terus naik. Kalau pelayanan ditingkatkan, pelayanan baik, kan jumlah penumpang naik drastis. Nanti stasiun rapi dan bersih seperti di luar negeri,” kata Dahlan di FEUI Depok, Kamis (23/5/2013) via detik.com

“Membela HAM jangan sampai sambil melanggar HAM”

Jika melihat upaya pemprov DKI untuk melakukan normalisasi waduk Pluit, mendapat perlawanan dari warga yang tinggal di atas tanah negara tsb. Komnas HAM pun turun tangan, mengatakan ada indikasi pelanggaran HAM di sana. Padahal, tujuan normalisasi ialah untuk mengembalikan fungsi waduk pluit sebagai daerah resapan air, yang tentu berkaitan dengan hak ratusan ribu warga untuk tidak terkena banjir. Jadi jangan sampai mengorbankan hak ratusan ribu orang, hanya karena nak tinggal seribu orang yang menempati tanah yang juga bukan haknya. Begitu juga dengan sterilisasi platform stasiun, jangan sampai mengorbankan hak keselamatan dan kenyamanan puluhan ribu orang pengguna KRL, karena puluhan orang yang memupuk harta di atas tanah negara.

nb: Tulisan ini hanya mendukung upaya sterilisasi platform dari kios. Bukan setuju akan penggusuran yang dilakukan secara sepihak. :)Cairo-Platform


[1] disampaikan oleh Prof. Yulianto S. Nugroho, Ph.D. dalam perkuliahan Teknik Keselamatan dan Proteksi Kebakaran. Kemudian beliau melanjutkan dengan suara lirih, “.. Sayang sekali teman-teman anda berusaha untuk menghalangi usaha yang dilakukan PT KAI ini.”

Pembongkaran Makam Hujr bin ‘Adiy

makam hujr bin adi suriahBegitu buka internet hari ini, saya mendapatkan sebuah kabar mengenai pembongkaran makam salah seorang shahabat Nabi, Hujr bin ‘Adiy -radhiallahu’anhu di Suriah. memang cukup mengagetkan, karena perbuatan asal bongkar makam merupakan bentuk perendahan terhadap jasad kaum muslimin, terlebih jika orang tersebut memiliki kedudukan yg tinggi dalam Islam dan kaum muslimin.

Setelah sedikit menggali informasi, memang makam tersebut telah dibongkar beberapa hari lalu, namun berita mengenai siapa yg bertanggung jawab atas pembongkarannya masih simpang siur (menurut saya). Beberapa versi yg saya temukan:
1. Mujahidin FSA membongkar & mengangkat jasad yg ada dalam makam tersebut, dengan sangat bangga, kemudian menyebarkan foto pembongkaran makam secara online (bahkan ada foto yg diklaim sebagai jenazah dari Hujr bin ‘adiy). kemudian memindahkan jenazahnya ke tempat yg tidak diketahui.
2. FSA (dari front an Nushrah) menggali makam tsb, namun tidak menemukan satu jasad pun di dalamnya, artinya itu makam kosong.
3. FSA menolak tuduhan bahwa mereka yg membongkar makam tersebut dan menyatakan bahwa rezim Syiah Basyar As’ad lah yang melakukan pembongkaran makan untuk Read the rest of this entry

Syarat Diterimanya Ibadah

syrat amalBagaimana rasanya ya ketika kita mengerjakan sesuatu namun hasilnya sia-sia? Misalnya ketika dapat tugas kelompok, kita mengerjakannnya sampai tidak tidur semalaman, tapi ternyata apa yang kita kerjakan tidak dipakai dalam kelompok. atau tugas dari dosen yang kita kerjakan berjam-jam, tapi ternyata tidak diterima oleh dosen karena kelewat deadline misalnya. atau berhari-hari mengerjakan proposal PKM atau proposal bisnis, nyatanya ga lolos seleksi administratif karena hanya salah format.. Ya, kekecewaan yang besar tentunya muncul dalam diri kita.

Nah, itu dalam kehidupan kampus, bagaimana untuk kehidupan akhirat? Jika dalam hal duniawi, setiap kegagalan yang kita terima akan ada proses pembelajaran yang kita dapatkan. Berbeda dengan di akhirat nanti, gagal ketika amalan kita dihisab berarti gagal untuk selamanya, ga akan ada lagi yang namanya revisi, atau mengulang untuk memperbaiki amalan kita..

Maka dari itu kita harus mengetahui, apa saja syarat/ketentuan agar amal ibadah kita diterima di sisi Allah Ta’ala. Agar apa yang kita kerjakan tidak sia-sia, dan agar tidak menyesal di akhirat nanti, sudah berletih dan lelah beramal, namun tidak Allah terima amalan tersebut. Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: