Apa Arti “Cinta” Untukmu?

Arti Cinta Sesungguhnya

Cinta, sebuah kata yang sederhana. Hmmm.. melihat dari pertanyaan diatas, sebenarnya apakah arti Cinta menurutmu? Apa sekedar bilang “i love you” ? Atau pemuasan gejolak hawa nafsu? Cinta tak sesempit itu kawan. Betapa banyak orang salah dalam mengartikan Cinta. Hingga menjadi korban atas Cintanya yang salah. Dalam media, telah banyak kita saksikan insan membunuh dirinya karena putus cinta. Betapa bodohnya ia, kehilangan keluarga, sahabat, masa depan, dan HARI AKHIRATnya karena cinta palsu. Ada yang loncat dari gedung tinggi, menabrakkan diri ke kendaraan yang melaju kencang, dan yang paling populer: gantung diri & minum baygon (obat serangga). Salah satu sebab Suul khatimah (kesudahan/kematian yang buruk) ialah ketika telah rakus pada dunia dan mengerjakan ma’siat hingga kecanduan dalam ma’siatnya dalam keadaan yang ia tidak tahu apa akibatnya, atau Allah sedang menangguhkan azabnya. Inilah yang dirasakan Mayat-Mayat Cinta (MMC), ia merasa bahwa cinta haruslah memiliki sehingga menghalalkan ma’siat untuk memperolehnya. Yaitu dengan perbuatan yang menjerumuskan pada perbuatan zina, atau pun zina itu sendiri. Ketika ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, serasa hidupnya tidak berarti lagi, hatinya terasa hancur, ia merasa seolah onggokan sampah yang tidak berguna, padahal hari akhirat yang kekal terus menantinya. Bunuh diri adalah ma’siat dan termasuk dosa besar, sebagai mana sebuah hadits:

Barangsiapa menjatuhkan diri dari gunung, lalu membunuh dirinya, maka ia berada didalam neraka Jahannam meluncur didalamnya dengan kekal selama-lamanya didalamnya, barangsiapa meminum racun lalu membunuh dirinya, maka racun itu berada ditangannya, ia selalu meminumnya didalam neraka Jahannam kekal selama-lamanya didalamnya, dan barangsiapa membunuh dirinya dengan sebuah besi, maka besinya berada ditangannya, ia akan menusuk-nusukkannya di perutnya didalam neraka Jahannam dengan kekal selama-lamnya didalamnya.” (HR. Bukhari 5442, Muslim 109)

Innamal ‘amalu bil khawatim, Sesungguhnya amalan tergantung pada akhirnya/kesudahannya. Banyak kita jumpai orang yang berbuat bermacam kebaikan namun mati dalam keadaan suul khatimah. Begitu pula sebaliknya, kita jumpai orang yang hari-harinya di dunia dipenuhi dosa dan lumpur kema’siatan namun ia bertaubat pada akhir hayat dan wafat dalam keadaan khusnul khatimah. Amal baik yang dilakukan di dunia hancur hanya akibat putus cinta.

Namun, sungguh indah orang yang telah mengenal hakikat cinta sesungguhnya, cinta yang hakiki, cinta yang tidak semu, dan akan abadi hingga hari akhir nanti.

Jadi, apa definisi cinta? Pendefinisian Cinta sangatlah rumit, Ibnul Qayyim berkata, “Cinta tidak bisa dibatasi (didefinisikan) dengan batasan-batasan tertentu. Sebab batasan-batasan itu justru membuat cinta semakin sulit dideteksi dan tersembunyi. Batasannya adalah keberadaannya. Tidak ada sifat yang lebih pas untuk cinta selain dari kata cinta itu sendiri. Manusia hanya sekedar bicara tentang sebab, pendorong, tanda, bukti, buah dan hukum-hukunya.” Beitulah cinta, mudah dan indah dikala diucapkan, namun sangat sulit untuk di definisikan karena cinta adalah suatu yang abstrak. Arti cinta adalah cinta itu sendiri. Para salaf pun memang telah memberikan arti cinta.  Namun inilah yang paling mengena, menjelaskan apa itu cinta hakiki. dan bisa membuat berair mata ini. Berikut kisahnya:

Suatu hari di Makkah diadakan dialog bertemakan masalah cinta, tepatnya pada musim haji. Banyak syaikh yang mengungkapkan pendapatnya tentang cinta ini. Sementara Al-Junaid saat itu merupakan orang yang paling muda di antara mereka. Orang-orang berkata kepadanya, “Sampaikan pendapatmu wahai penduduk dari Irak.” Beberapa saat Al- Junaid menundukkan pandangannya dan air matanya pun menetes perlahan-lahan. Dia berkata,

“Cinta ialah jika seorang hamba lepas dari dirinya, senantiasa menyebut nama Rabb-nya, memenuhi hak-hak- Nya, memandang kepada-Nya dengan sepenuh hati, seakan hatinya terbakar karena cahaya ketakutan kepada-Nya, yang minumannya berasal dari gelas kasih sayang-Nya, dan Allah Yang Maha Perkasa menampakkan Diri dari balik tabir kegaiban-Nya. Jika berbicara atas pertolongan Allah, jika berucap berasal dari Allah, jika bergerak atas perintah Allah, jika dia beserta Allah, dia dari Allah, bersama Allah dan milik Allah.”

Mendengar ungkapannya ini semua syaikh yang hadir di sana menangis, dan mereka berkata, “Ungkapan ini sudah tidak memerlukan tambahan lagi. Semoga Allah melimpahkan pahala kepadamu wahai mahkota orang-orang yang arif.” [Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim al-Jauziyah]

Sungguh bila kita telah mendapat dan merasakan Cinta yang dikatakan al-Junayd, cukuplah bagi kita cinta tersebut, terasa tidak perlu lagi harta, tahta, dan wanita bagi kita di dunia ini. Allah dan RasulNya telah cukup bagi dirinya. Bagaimana tidak cukup, orang yang merasa dirinya selalu bersama Allah, merasakan ma’iyyah khasshah (kebersamaan Allah yan diberikan kepada hambaNya yan beriman, berupa kemudahan, pertolongan, bimbingan, dll). Apakah yang dapat membawa kita pada Cinta tersebut?

Sebab-Sebab yang Mendatangkan Cinta kepada Allah

  1. Membaca Al-Qur’an dengan mendalami dan memahami makna- maknanya, seperti yang dikehendaki, tak berbeda dengan menelaah buku yang harus dihapalkan seseorang, agar dia dapat memahami maksud pengarangnya.
  2. Taqarrub kepada Allah dengan mengerjakan shalat-shalat nafilah setelah shalat fardhu, karena yang demikian ini bisa menghantarkan seorang hamba ke derajat orang yang dicintai setelah dia memiliki cinta.
  3. Senantiasa mengingat dan menyebut asma-Nya dalam keadaan bagaimana pun, baik dengan lisan dan hati, saat beramal dan di setiap keadaan. Cinta yang didapatkannya tergantung dari dzikirnya ini.
  4. Lebih mementingkan cinta kepada-Nya daripada cintamu pada saat engkau dikalahkan bisikan hawa nafsu.
  5. Mengarahkan perhatian hati kepada asma’ dan sifat-sifat Allah,mempersaksikan dan mengetahuinya. Siapa yang mengetahui Allah melalui sifat, asma’ dan perbuatan-Nya, tentu dia akan mencintai-Nya. Karena itu orang-orang semacam Fir’aun dan golongan Jahmiyah menjadi perintang jalan antara hati dan Allah.
  6. Mempersaksikan kebaikan, kemurahan, karunia dan nikmat Allah yang zhahir maupun yang batin, karena yang demikian ini bias memupuk cinta kepada-Nya.
  7. Kepasrahan hati secara total di hadapan Allah.
  8. Bersama Allah pada saat Dia turun ke langit dunia, bermunajat kepada- Nya, membaca kalam-Nya, menghadap dengan segenap hati, memperhatikan adab-adab ubudiyah di hadapan-Nya, kemudian menutup dengan istighfar dan taubat.
  9. Berkumpul bersama orang-orang yang juga mencintai-Nya secara tulus, memetikbuah-buah yang segar dari perkataan mereka, sebagai- mana memetik buah yang segar dari pohon, tidak berkata kecuali jika merasa yakin perkataannya mendatangkan maslahat, menambah baik keadaanmu dan memberi manfaat bagi orang lain.
  10. Menyingkirkan segala sebab yang dapat membuka jarak antara hati dan Allah.

Dengan sepuluh sebab ini, maka orang yang mencintai tentu akan sampai ke kedudukan cinta dan bergabung bersama kekasih. Ada hal yang tidak kalah pentingnya dari semua itu, yaitu mempersiapkan ruh untuk mencapai keadaan ini dan membuka mata hati. [Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim al-Jauziyah]

Ayat-Ayat Cinta dari Allah

[Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim al-Jauziyah]

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. (Ali Imran: 31)

Abu Sulaiman Ad-Darany berkata, “Ketika hati manusia mengaku mencintai Allah, maka Allah menurunkan ayat ini sebagai ujian bagi mereka”. Diantara salaf ada yang berkata, “Firman Allah, ‘NiscayaAllah mencintai kalian’, mengisyaratan kepada bukti cinta, buah dan manfaat- nya. Buktinya dan tanda cinta adalah mengikuti Rasul. Buah dan manfaatnya adalah balasan cinta. Siapa yang tidak mengikuti Rasul, berarti tidak akan memetik buah cinta.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ

“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.” (Al-Maidah:54)

Di dalam ayat ini Allah menyebutkan empat tanda:

  • Mereka adalah orang-orang bersikap lemah lembut terhadap orang- orang Mukmin. Menurut Atha’, sikap ini seperti sikap orang tua terhadap anaknya.
  • Bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Sikap mereka terhadap orang-orang kafir ini seperti singa yang menghadapi mangsanya.
  • Berjihad dengan jiwa, tangan, lisan dan harta. Ini merupakan perwu- judan pengakuan cinta.
  • Tidak peduli terhadap celaan orang yang suka mencela karena urusan Allah. Ini merupakan tanda cinta yang sebenarnya. Sebab setiap orang yang mencintai tentu tidak lepas dari celaan orang lain karena cintanya terhadap sang kekasih.

dan masih banyak Ayat-ayat Allah yang lain yang menunjukkan kecintaan Allah pada hambaNya, diantaranya ayat-ayat yang menjelaskan ni’mat yang Allah berikan pada orang beriman di akhirat kelak.

Jadilah seorang yang cinta pada Allah dan Belajarlah untuk menjadi orang yang dicintai Allah.

Wallahu ta’ala a’lam.

About Mahdiy

Seorang penuntut ilmu kecil-kecilan.. ^^

Posted on Juni 9, 2010, in motivasi and tagged , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. makasih ya bang postingannya, bermanfaat banget nih buat jawab pertanyaan temen ane, yg lagi kena virus merah jambu

  2. bang ijin share ke blog ane boleh ga??=)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: