Monthly Archives: Februari 2010

Keutamaan Wirid Sebelum Tidur

http://coffee-m.exteen.com/

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Sholawat serta salam semoga tercurah pada Rasulullah beserta keluarga, shahabat, dan pengemban sunnah beliau.

Tidur merupakan kebutuhan pokok setiap manusia dan telah Allah jadikan tidur kita untuk beristirahat, mengembalikan kekuatan dan energi yang telah terpakai pada siang hari. Sebagaimana firman Allah,

“dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,”(QS.An-Naba:9)

Ketika seseorang sedang tidur, sesungguhnya ia sedang diwafatkan oleh Allah ta’ala. Maksud wafat disini yaitu wafat sughra (wafat kecil), karena ketika seorang tidur, ruh orang tersebut diangkat sementara oleh Allah dari jasadnya. Kemudian ketika ia terbangun dari tidurnya, ruhnya dikembalikan oleh Allah ke jasadnya seperti semula. Namun, pernahkah terpikirkan oleh kita ketika kita tidur dan ruh kita diangkat oleh Allah, Allah tidak mengembalikan ruh ke jasad kita? Pernah kita mendengar kabar akan seseorang yang tidur kemudian ia meninggal di tempat tidurnya, akankah hal itu terjadi pula pada diri kita? Tidur yang pada hakikatnya merupakan Wafatus Sughra, berubah menjadi Wafatul Kubra (wafat besar/ meninggal dunia). Sudahkah kita siap bila ruh ini tidak dikembalikan lagi ke jasadnya selagi kita tidur? Oleh  karena itu ikhwahti fillah, persiapkanlah dengan persiapan yang sebaik-baiknya. Alangkah indahnya saat malaikat maut datang menjemput disaat kita terlelap, diri ini telah siap untuk dijemput menghadap Sang Pencipta, Allah ‘azza wajalla.

Berikut merupakan dzikir/ bacaan sebelum tidur yang di dalamnya terdapat doa-doa yang warid dari Rasulullah, yang dimana doa-doa tersebut menggambarkan penyerahan diri, ketawakkalan, dan keikhlasan seorang hamba kepada Rabb nya. Semoga dapat kita amalkan dalam keseharian kita.

download mp3 dzikr sebelum tidur:  Syaikh Misyari Rasyid-Dzikr sebelum tidur

Adzkarun Naum:

1. Mengumpulkan dua tapak tangan. Lalu ditiup dan dibacakan Qul huwal-lahu ahad, Qul a’uudzu birabbil falaqi dan Qul a’uudzu birabbin naas. Kemudian dengan dua tapak tangan mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengannya. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan tiga kali. [HR. Al-Bukhari 9/62 dengan Fathul Baari dan Muslim 4/1723]

2. Barangsiapa membaca dua ayat tersebut (Al-Baqarah (2): 385-386) pada malam hari, maka dua ayat tersebut telah mencukupkan-nya.” [HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 9/94 dan  Muslim 1/554]

3.

بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Dengan nama Engkau, wahai Tuhanku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan namaMu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi, apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih.”[HR. Al-Bukhari 11/126, Muslim 4/2084.]

4.

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ خَلَقْتَ نَفْسِيْ وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ

“Ya Allah! Sesungguhnya Engkau menciptakan diriku, dan Engkaulah yang akan mematikannya. Mati dan hidupnya hanya milikMu. Apabila Engkau menghidupkannya, maka peliharalah. Apabila Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepadaMu keselamatan.”[HR. Muslim 4/2083, Ahmad  2/79] Read the rest of this entry

Iklan

Karena Setiap Perbuatan, Dibalas Sesuai Niatnya (Catatan Pertama)

Assalamu’alaykum Warahmatullah,

Bismillah, was sholatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ‘alaa aalihii washohbihii wa man waalaah.

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ” إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه ” متفق عليه

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. [Muttafaqun ‘alaih]

Perkara niat merupakan hal yang vital, karena setiap perbuatan akan Allah nilai sesuai dengan niatnya. Sedangkan perkara niat merupakan hal yang sangat sulit untuk dibenahi. Niat seringkali berubah-ubah, meskipun kita telah berusaha meluruskan niat, setan senantiasa membisikkan hal-hal yang dapat melencengkan niat kita.

Niat yang diterima oleh Allah adalah niat yang ikhlash. Apakah makna ikhlash? Sebagian orang salah dalam mengartikan ikhlas. Ikhlas tidaklah sama dengan tulus. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: