Karena Setiap Perbuatan, Dibalas Sesuai Niatnya (Catatan Pertama)

Assalamu’alaykum Warahmatullah,

Bismillah, was sholatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ‘alaa aalihii washohbihii wa man waalaah.

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ” إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه ” متفق عليه

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. [Muttafaqun ‘alaih]

Perkara niat merupakan hal yang vital, karena setiap perbuatan akan Allah nilai sesuai dengan niatnya. Sedangkan perkara niat merupakan hal yang sangat sulit untuk dibenahi. Niat seringkali berubah-ubah, meskipun kita telah berusaha meluruskan niat, setan senantiasa membisikkan hal-hal yang dapat melencengkan niat kita.

Niat yang diterima oleh Allah adalah niat yang ikhlash. Apakah makna ikhlash? Sebagian orang salah dalam mengartikan ikhlas. Ikhlas tidaklah sama dengan tulus. Ikhlas berarti mengharapkan ridha Allah ‘azzawajalla, sedangkan tulus yaitu perasaan rela/ puas dalam hati seseorang. Ikhlas dapat diartikan sebagai tauhid. Seperti pada surat pendek di juz’ 30 yang paling dihafal oleh kaum muslimin, yaitu surat al-ikhlas, di dalam surat tsb tidaklah mengandung kata “ikhlas” namun mengandung nilai ketauhidan/ keesaan Allah seperti pada ayat pertama, “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa”.  Lawan kata ikhlas adalah adalah syirk, sedangkan lawan kata tulus ialah terpaksa. Seseorang meskipun melakukan perbuatan dengan terpaksa tetapi niatnya karena mengharap wajah Allah ta’ala, maka amalannya diterima. Sedangkan seseorang yang mengamalkan perbuatan dengan tulus dan dipenuhi kerelaan hatinya tetapi tidak dengan niat mengharap ridha Allah, maka amalannya tertolak. Contoh yang pertama, seorang yang mengerjakan pekerjaan berat pada kesehariannya, kemudian ia tidur pada malam harinya dan terbangun pada subuh hari saat mendengar adzan. Meskipun badannya terasa sangat berat ia akan berusaha, memaksakan dirinya untuk bangkit dari tempat tidur untuk pergi ke Masjid demi mengharap keridhaan Allah dan ingin mengamalkan hadits keutamaan sholat subuh berjamaah di Masjid. Tentunya amalan orang tersebut akan diterima oleh allah meskipun ia melakukannya dengan paksaan dari dalam dirinya. Contoh yang kedua, ada 2 orang muda-mudi yang berzina, mereka mengatakan melakukan perbuatan tsb dengan ikhlas, atas dasar suka sama suka. Tentunya hal ini akan mendatangkan kemurkaan dari Allah, karena hal tsb melanggar syariat dan termasuk dosa besar.

Hadits diatas (innamal a’malu binniat) merupakan salah satu dari 2 hadits  yang Mulia, hadits syarat diterimanya amal seseorang. Imam al-Bukhari menempatkan hadits tersebut di hadits paling pertama dalam kitab shohihnya, padahal Bab pertama dalam kitab shohihnya bukanlah bab niat, melainkan bab “awal turunnya wahyu”. Ini menunjukkan betapa agungnya hadits innamal a’malu binniat ini. Imam Bukhari menempatkan hadits ini pada awal kitab shohihnya, agar beliau selalu ingat untuk selalu meluruskan niat. Agar ketika terlintas di pikiran niat yang melenceng kemudian beliau melihat hadits ini, terlintas dalam pikiran beliau, ”Bukhari, luruskan niatmu!”.  Dan bukan hanya Imam Bukhari saja yang mencantumkan hadits niat pada bab pertama kitab mereka, banyak para Ulama yang juga mencantumkan hadits ini pada bab pertama kitab yang mereka tulis.

Begitu pula blog ini, hadits niat ini dicantumkan pada posting pertama blog, agar admin blog senantiasa meluruskan niatnya dalam mengurus blog. Meskipun bila isi blog bukan membicarakan tentang agama, posting-posting yang ada di blog akan berusaha dibuat untuk yang menghasilkan manfaat, bukan sekedar curhat atau menyampaikan uneg-uneg diri. Tujuan awal blog ini dibuat adalah untuk menjadi site reference untuk anak ui yang lagi browsing untuk membuat makalah Agama Islam. Karena, ada beberapa bab yang bila di search di google, maka yang muncul adalah artikel yang tidak sesuai dengan pemahaman Islam yang benar, bahkan muncul artikel yang menghina Islam. Tentunya untuk menjadi sebuah referensi membutuhkan sebuah keilmiahan, maka posting akan di susun dari artikel-artikel para asatidz dan para ulama yang telah dalam keilmuannya. Bukan atas ilmu admin blog ini yang masih sangat sedikit. Namun, untuk muncul pada firstpage google sangat sulit, apalagi untuk blog baru seperti ini. Untuk itu mungkin diisi dulu dengan artikel-artikel dan file lain yang bermanfaat. Terimakasih telah berkunjung.

Wallahua’lam bishshowab

About Mahdiy

Seorang penuntut ilmu kecil-kecilan.. ^^

Posted on Februari 24, 2010, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: