Mencela Orang Tua

Bismillahirrahmanirrahim

Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Mungkin di antara kita tidak asing lagi dengan kata-kata hujatan atau celaan. Di zaman seperti ini, ungkapan-ungkapan kasar seringkali mendominasi pergaulan terutama pada masa-masa anak-anak menuju remaja. Dan kata-kata tidak terpuji tersebut bahkan menjadi kosakata yang awam dan fasih untuk diucapkan.

Di antara perilaku saling mencela yang sudah mewabah pada pergaulan saat ini, orang tua pun tak lepas dari objek celaan. Tidak asing lagi barangkali bagi kita ketika mendengar cakap-cakap atau candaan mengenai orang tua kerabat atau teman sepergaulan. Dan tak jarang candaan tersebut berakhir dengan saling cela-mencela orang tua.

Padahal orang tua merupakan insan yang dimuliakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla.

Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak“. (QS. An Nisa’ : 36).

Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kami jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai, Rabb-ku, kasihilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Israa’: 23-24)

Dalam dua ayat Kitabullah tersebut, berbuat baik kepada orang tua merupakan perintah, dan perintah disini menunjukkan kewajiban, khususnya, karena terletak setelah perintah untuk beribadah dan meng-Esa-kan (tidak mempersekutukan) Allah. Hal tersebut cukup menunjukkan betapa mulia kedudukan orang tua dan mangharuskan kita untuk berperilaku terpuji kepada mereka baik itu lisan maupun perbuatan.

Pantaskah mereka dicela?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela orang tuanya.” Para Sahabat bertanya: “Ya, Rasulullah, apa ada orang yang mencela orang tuanya?” Beliau menjawab: “Ada. Ia mencela ayah orang lain kemudian orang itu membalas mencela orang tuanya. Ia mencela ibu orang lain lalu orang itu membalas mencela ibunya.” (HR. Bukhari no. 5973 dan Muslim no. 90, dari Ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhu)

Seburuk-buruknya manusia, mereka adalah makhluk yang mulia. Mereka melahirkan kita dengan mempertaruhkan nyawa. Mereka membesarkan kita dengan penuh kasih sayang dan harapan. Mereka menafkahi kita dengan bekerja keras membanting tulang bermandikan peluh dan tak jarang air mata. Bahkan ridha Allah pun ada pada ridha orang tua, menunjukan betapa mereka seharusnya diperlakukan dengan baik.

Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada kemurkaan orang tua.” (Riwayat Tirmidzi dalam Jami’nya (1/ 346), Hadits ini Shohih, lihat Silsilah Al Hadits Ash Shahiihah No. 516).

Jadi, pantaskah mereka dicela, kawan?

Mari kita introspeksi diri dan senantiasa memohon ampunan Allah subhanahu wata’ala atas dosa-dosa besar maupun kecil yang kita lakukan tanpa sengaja dan ilmu dibalik itu semua.

Dan Dialah Yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan.” (QS. Asy-Syuuraa: 25)

Wallahu a’lam

sumber: Notes akh Riza Zaini

About Mahdiy

Seorang penuntut ilmu kecil-kecilan.. ^^

Posted on Desember 24, 2010, in Keislaman and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: