Sikap Terhadap Kunjungan Obama ke Indonesia

Sebagai seorang muslim, kita dituntut untuk bersikap bara’(berlepas diri) kepada semua kekafiran dan orang kafir. Sikap bara’ tadi perwujudannya ialah dengan membenci kekafiran mereka dalam hati (ini wajib) dan terkadang kita dianjurkan untuk menyatakannya dengan lisan/perbuatan dalam situasi dan kondisi tertentu (seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim dalam QS Al Mumtahanah:4, dan penghancuran beliau terhadap berhala-berhala kaumnya). Akan tetapi untuk mengingkari dengan lisan dan tangan, haruslah mengindahkan kaidah ‘maslahat dan mafsadat‘; artinya, apa yang kita lakukan haruslah mendatangkan maslahat bagi diri dan agama kita, dan bila tidak demikian maka hal tersebut tidak dianjurkan. Karenanya, jika pengingkaran kita secara lisan (misalnya dengan mencaci maki berhala,orang kafir,dsb) malah menimbulkan dampak buruk bagi diri dan agama kita, hal tersebut menjadi haram. Allah berfirman:

وَلا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ

Janganlah kalian mencaci orang-orang yang menyembah selain Allah sehingga mereka membalas mencaci maki Allah tanpa ilmu dan penuh permusuhan.” (QS. Al An’am: 108).

Bara’ kepada kekafiran dan orang kafir juga harus diwujudkan dengan tidak mencontoh tingkah laku mereka yang bertentangan dengan syari’at Islam. Baik itu dalam sisi keyakinan, ibadah, akhlak, maupun mu’amalah mereka.

Bara’ kepada kekafiran dan orang kafir bukan berarti menzhalimi mereka. Kita tetap harus berlaku adil terhadap orang paling kafir sekalipun, dengan memberikan hak-haknya secara penuh. Allah berfirman:

وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum menjadikanmu tidak berlaku adil. Berlaku adillah karena yang demikian itu lebih dekat pada ketakwaan” (QS. Al Maidah: 8).

Bara’ kepada orang kafir adalah Ibadah yang harus mengikuti ‘aturan mainnya’ sebagaimana ibadah lainnya. Artinya, jika tidak didasari niat dan ilmu yang benar, hal itu tidak akan bermanfaat. Bahkan bisa mencelakakan pelakunya. Contohnya memerangi semua orang kafir harbi tanpa mengindahkan rambu-rambu syari’at -seperti yang diserukan oleh Al Qaedah dan pengikutnya-. Hasilnya? Kehancuran Irak dan Afghanistan dalam beberapa bulan saja. Lalu terbunuhnya ratusan ribu jiwa kaum muslimin tanpa dosa, dan makin bercokolnya tentara kafir di negeri-negeri kaum muslimin. Dan masih banyak kerugian lain yg diderita oleh kaum muslimin yang tidak mungkin kita sebutkan satu persatu. Itu semua akibat segelintir orang yang ‘keblinger’ dan ‘gegabah’ dlm membenci AS dan arogansinya selama ini. (Dengan melakukan aksi pengeboman di WTC, yaitu 19 pemuda al-Qeda meskipun penuh kontroversi dan konspirasi, -ed) Mereka yg berjumlah 19 pemuda tersebut lantas -menurut statemen Osama bin Laden sendiri- ‘hendak menghapus kehinaan’ yang melekat di dahi umat Islam selama ini, dengan mengadakan ‘serangan penuh berkat’ terhadap WTC dan Pentagon (serta aksi-aksi pengeboman lain, -ed). Kesimpulannya: 19 Pemuda ‘Mujahid’ + sekitar 3000 orang kafir yang mati, berhasil menyebabkan hancurnya Afghanistan, Irak, dan terbunuhnya ratusan ribu kaum muslimin.

Terakhir, para fuqaha’ sepakat bahwa jika seorang kafir harbi masuk ke negeri kaum muslimin dengan jaminan keamanan dari seorang muslim (siapa pun orangnya), maka haram bagi seluruh kaum muslimin untuk mengganggunya. Mereka justru diwajibkan untuk mengantarkan si kafir harbi tadi sampai ke tempat yang aman. Allah berfirman:

وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَعْلَمُونَ

Bila ada salah seorang musyrik yg minta perlindungan kepadamu (wahai Nabi), maka lindungilah dia supaya ia bisa mendengar kalamullah (Al Qur’an), lalu antarkanlah ia sampai ke tempat yang aman baginya” (QS. At Taubah: 6)

Ayat di atas persis setelah perintah untuk memerangi orang-orang musyrik secara umum di mana saja mereka ditemui setelah berakhirnya bulan-bulan haram (pada ayat 5). Jadi, jelas sekali bahwa kafir harbi jika masuk dengan jaminan keamanan dari seorang muslim tetap harus dilindungi dan tidak boleh dilanggar kehormatan diri, maupun hartanya.

Sebagai kaum muslimin, kita wajib bersolidaritas dengan saudara kita sesama muslim yang ditindas dan diperangi oleh orang kafir (entah itu AS, Israel, atau siapa saja). Artinya, jika saudara kita minta tolong kepada kita maka kita wajib membantu semampunya, akan tetapi hal itu tetap harus pake aturan. Allah berfirman:

وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ

Jika mereka (kaum muslimin yg tertindas karena tidak mau hijrah tersebut) meminta tolong kepada kalian (kaum muslimin yg berada di Madinah), maka kalian wajib menolongnya. Kecuali terhadap kaum yang kalian terikat perjanjian damai dengan mereka.” (QS. Al Anfal: 72)

Artinya, jika musuh yg menyerang saudara-saudara kita di wilayah lain tersebut terikat perjanjian damai dengan kita, maka kita tidak boleh memerangi mereka demi menolong saudara kita. Kita hanya boleh menyerang mereka setelah selesainya tempo gencatan senjata, atau setelah perjanjian tsb kita batalkan dan musuh telah diberitahu terlebih dahulu akan hal tsb, jadi tidak ada unsur khianat sama sekali. Lihat Surat Al Anfal: 58.

Sikap Terhadap Kedatangan Obama

Jika kita masih menganggap presiden kita sebagai muslim, maka kedatangan Obama ke Indonesia adalah atas jaminan keamanan dari SBY, dan berarti dia tidak boleh kita caci maki dan sebagainya meskipun kita tetap membencinya dalam hati karena kekafirannya. Jaminan keamanan pada masa kini ialah dalam bentuk visa yang diberikan oleh Kedutaan RI kepada setiap warga asing yang datang ke indonesia.

Obama dalam hal ini bukanlah kafir harbi, sebab AS tidak terlibat perang dengan kaum muslimin Indonesia. Sedangkan kafir harbi adalah kafir yang masuk ke negeri kaum muslimin sebagai penyerang/aggresor.
Ini haruslah kita perhatikan mengingat kaum muslimin saat ini tidaklah berada di bawah satu komando (khalifah), akan tetapi telah terpecah-pecah dalam berbagai negara, dan masing-masing negara berdiri sendiri. Karenanya, kedaulatan setiap negara haruslah diperhatikan dalam hal ini dalam rangka menghindari timbulnya mafsadat.

Menolak kedatangan Obama boleh-boleh saja asalkan jangan menimbulkan dampak negatif yang merugikan Islam dan kaum muslimin. Contohnya bila penolakan tersrbut justru berakibat makin terhambatnya laju dakwah karena dicitrakan sebagai islam garis keras, ekstimis,teroris,dsb. Maka sebaiknya kita lakukan (adalah pengingkaran yang keras) dalam hati saja dan tidak usah (melakukan aksi) demonstrasi dan sebagainya. Toh keputusan terakhir bukanlah di tangan kita, tapi di tangan pemerintah. Demonstrasi/unjuk rasa bukanlah cara yang Islami, tapi itu cara orang kafir yang ditiru oleh banyak kaum muslimin, dan itu sendiri bertentangan dengan konsekuensi Bara’ yg telah saya sebutkan tadi.

Menerima kedatangan Obama boleh-boleh saja pada dasarnya. Toh Rasulullah juga pernah menerima kedatangan tokoh-tokoh kaum musyrikin dalam berbagai kesempatan, seperti Abu Sufyan dll. Apalagi jika yg datang adalah kepala Negara Adidaya seperti AS, yang -diakui atau tidak- secara militer jauh lebih kuat dari Indonesia, dan tidak ada maslahatnya sama sekali jika Indonesia harus terlibat konflik dgn AS. Oleh karena itu, dalam hal ini ada yang disebut mudaroh alias bermanis muka di depan orang kafir/musuh namun melaknat mereka dalam hati, dalam rangka menghindari kejahatan mereka. Sebab orang kafir yang lebih kuat jika disikapi dengan kasar/gegabah justru semakin tamak untuk menindas musuhnya (dalam hal ini umat Islam).
Wallaahua’lam.

penulis: Abu Hudzaifah Sufyan Basweidan,Lc
Publikasi Ulang dari http://basweidan.wordpress.com/

About Mahdiy

Seorang penuntut ilmu kecil-kecilan.. ^^

Posted on Maret 19, 2011, in manhaj and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: