Ilmiah Kampusan vs Ilmiah Agama

“Ilmiah Kampusan” vs “Ilmiah Agama”?

oleh: Andy Bangkit Setiawan, M.A., Ph.D.[2]

Seorang mahasiswa yang ideal adalah mahasiswa yang mampu mensinergikan pengetahuan yang telah diterimanya di kampus dengan ilmu yang ia pelajari dalam agamanya. Ini tidak lain karena Islam melalui al Qur’an dan as Sunnah telah mengajarkan sebagian dari ilmu-ilmu yang terkait dengan keduniaan di dalamnya.

Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa ada permasalahan yang akan dihadapi oleh seorang mahasiswa dalam mensinergiskan kedua hal di atas. Masalah itu adalah sebagaimana berikut:

1. Agama Mengajarkan Iptek vs Agama tidak Mengajarkan Iptek

Tentang masalah apakah agama mengajarkan ilmu pengetahuan non diniyah (agama) atau tidak, setidaknya orang-orang dapat kita kelompokkan menjadi 3 kelompok besar.

Pertama, adalah yang mengatakan bahwa agama tidak mengajarkan ilmu pengetahuan tentang dunia secara mutlak.

Kedua, adalah yang mengatakan bahwa agama mengajarkan ilmu pengetahuan tentang dunia (sains) secara mutlak.

Ketiga, adalah yang mendudukkan bahwa agama pada sebagian teksnya memang membahas masalah sains, tetapi sains tidaklah menjadi tujuan utama. Agama tidak membahas sains secara mutlak tetapi tidak juga menolak secara mutlak.

 Lalu bagaimana cara mendudukkan ini? Kita dapat mengambil pelajaran dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:

.Dan ilmu adalah apa-apa yang ditegakkan olehnya dalil, dan dalil yang bermanfaat adalah apa-apa yang datang dari Rasulullah shalallahu aliahi wa salam. Dan ada juga ilmu dari selain Rasu, akan tetapi hanya dalam hal duniawiyah. Misal: Kedokteran, ilmu hitung, pertanian dan perdagangan. (Majmu al Fatawa XIII: 75)

2. Agama tidak mengajarkan sikap kritis?

            Selama ini kampus dipandang sebagai satu-satunya lembaga atau tempat yang mampu menyediakan kekritisan dan agama dipandang hanya menawarkan dogmatisme. Akan tetapi, agama memiliki sistem kekritisannya sendiri dan sebenarnya sisi kekritisan ini sama dengan apa yang ditawarkan oleh kampus, yaitu mendasarkan semua pendapat pada bukti, evidence, dalil dan yang sejenisnya.

`


[1]  Disampaikan di Talkshow Sehari: Islam Itu Ilmiah yang dilaksanakan di auditorium Pusat Studi Jepang UI Jakarta, 18 Desember 2011, atas prakarsa Forum Kajian Islam UI dan Radio Rodja.
[2]Dosen dan Ketua Program Studi Sastra Jepang Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Alumni FIB Universitas Indonesia (1999-2004), Hiroshima University untuk program M.A. (2005-2007) dan Hiroshima University untuk program Ph.D. dalam bidang Sejarah Pemikiran dan Intelektualitas (Intellectual History) (2007-2010).

About Mahdiy

Seorang penuntut ilmu kecil-kecilan.. ^^

Posted on Desember 20, 2011, in Keislaman. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: