Monthly Archives: April 2012

Obat GALAU: Jadilah Penghafal Qur'an!

Fenomena nge-galau sekarang memang sedang jadi trend di kalangan remaja. Istilah “galau” pun jadi ramai di status banyak pengguna jejaring sosial. Fenomena galau ini pun menimbulkan efek-efek negatif, misalnya menimbulkan sikap pasrah, menikmati kesedihan, emosional, dan tenggelam dalam kegalauannya. Ada ga sih cara untuk menghilangkan rasa galau ini?

Ternyata, ada lho do’a untuk mengusir kegalauan yg diajarkan oleh Nabi kita –shallaallahu ‘alaihi wa sallam-, yaitu;

اللهم اجعل القرآن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همي

Allohummaj’alal qur’aana robii’a qolbii, wa nuuro shodrii,  wa jalaa-a huznii, wa zahaaba hammii..

“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku, dan pelipur kesedihanku, serta pelenyap bagi kegelisahanku …”[1]

Dengan do’a di atas, Read the rest of this entry

Sedikit Obrolan tentang Nuklir

Indonesia yang kaya akan sumber daya alam ini, kini mengalami sebuah dilema, yaitu rawan akan krisis/ketahanan energi. Kebutuhan energy yang kian waktu kian meningkat, berbanding terbalik dengan sumber energy yang digunakan yang kian waktu kian habis. Karena sumber energy yang digunakan saat ini berasal dari irrenewable energy, yaitu energy yang tidak dapat diperbaharui, semisal minyak, gas, dan batubara. Berdasarkan data ESDM 2009, potensi pemanfaatan sumber daya minyak hanya 11 tahun, gas alam 42 tahun, dan batubara 16 tahun lagi. Tak ada pilihan lain, upaya diversifikasi sumberdaya energi harus dilakukan sesegera mungkin.

Beberapa opsi sumber energy alternative untuk menghilangkan ketergantungan terhadap migas dan batubara muncul, seperti pendayagunaan energi matahari, angin, air, gelombang laut, sampah, dan nuklir. Untuk opsi yang terakhir disebut ini, memang belakangan ini mulai dilirik dan mencuat pembahasannya di media. Mungkin saja bukan karena potensi pendayagunaan energi yang besar, namun karena penggunaan nuklir sebagai PLTN masih menuai pro dan kontra, baik di tingkat masyarakat awwam, maupun di tingkat ahli sekalipun. Para akademisi merindukan adanya pembangkit Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: