Sedikit Obrolan tentang Nuklir

Indonesia yang kaya akan sumber daya alam ini, kini mengalami sebuah dilema, yaitu rawan akan krisis/ketahanan energi. Kebutuhan energy yang kian waktu kian meningkat, berbanding terbalik dengan sumber energy yang digunakan yang kian waktu kian habis. Karena sumber energy yang digunakan saat ini berasal dari irrenewable energy, yaitu energy yang tidak dapat diperbaharui, semisal minyak, gas, dan batubara. Berdasarkan data ESDM 2009, potensi pemanfaatan sumber daya minyak hanya 11 tahun, gas alam 42 tahun, dan batubara 16 tahun lagi. Tak ada pilihan lain, upaya diversifikasi sumberdaya energi harus dilakukan sesegera mungkin.

Beberapa opsi sumber energy alternative untuk menghilangkan ketergantungan terhadap migas dan batubara muncul, seperti pendayagunaan energi matahari, angin, air, gelombang laut, sampah, dan nuklir. Untuk opsi yang terakhir disebut ini, memang belakangan ini mulai dilirik dan mencuat pembahasannya di media. Mungkin saja bukan karena potensi pendayagunaan energi yang besar, namun karena penggunaan nuklir sebagai PLTN masih menuai pro dan kontra, baik di tingkat masyarakat awwam, maupun di tingkat ahli sekalipun. Para akademisi merindukan adanya pembangkit yang high-tech di Indonesia ini, juga memang dinilai BATAN yang telah berdiri setengah abad belum bisa menancapkan taringnya dan ibarat harimau tidur. Sedangkan masyarakat awwam masih dihantui rasa takut akan bahaya yang ditimbulkan oleh PLTN ini, apalagi terkait kasus gempa di Jepang –yang dianggap hi-tech sekalipun- yang membuat PLTN Fukushima bocor. Dari survey yang dilakukan BBC di 2011 silam tentang penggunaan PLTN, hanya 12% responden yang mengatakan nuklir cukup aman dan mendukung pembangunan PLTN, sisanya mengaggap nuklir amat berbahaya dan tidak mendukung pembangunan PLTN baru.

Terlepas dari pro-kontra masalah nuklir ini, memang nuklir memiliki potensi yang besar dalam upaya diversivikasi energy di Indonesia.  Penggunaan nuklir pun dinilai efisien, energy bersih yang dihasilkan uranium amat besar. Biaya perKWh listrik yang dihasilkan PLTN bisa mencapai sepertiga dari biaya pembangkitan dari energy lain. Satu butir pellet uranium yang berukuran seujungjari, dapat menghasilkan energy yang setara dengan 17000feet3 gas alam, 1780lbs batubara, ataupun 149gallon minyak bumi. Belum lagi ditambah dengan perkembangan teknologi kenukliran yang telah menemukan banyak inovasi baru dalam system pembangkitan energy nuklir ini, sehingga dapat jauh meningkatkan efisiensinya. Seperti salah satu teknologi baru dalam reactor nuklir yang disebut ‘Candle’ yang diklaim dapat menghasilkan listrik yang 10 kali lebih murah dibanding reaktor nuklir konvensional, dan  memiliki tingkat keselamatan tinggi, serta dapat memanfaatkan kembali  limbah nuklir(Plutonium) yang selama ini cuma disimpan di lokasi penyimpanan.

Untuk Indonesia sendiri, dari sisi teknologi, dirasa sudah cukup siap. Karena teknologi kenukliran di Indonesia pun telah mendapat apresiasi dari dunia Internasional, misalnya saja kunjungan dari badan energi nuklir internasional (IAEA) ke BATAN, selain itu permintaan dari beberapa negara semisal Mozambik dan Yordania terkait bantuan teknis pemanfaatan iptek nuklir di negara mereka.

Pendirian PLTN sendiri sudah mendapat lampu hijau dari Presiden dengan keluarnya Peraturan Presiden no.5 tahun 2006 yang mengacu pada hasil pengkajian kebutuhan energi listrik nuklir nasional sebesar 2% pada 2025. Sedangkan rencana pembangunan PLTN di Indonesia yaitu di PLTN Muria (kapasitas 4 x 1.050 MW) dan PLTN Bangka (2 x 1.000 MW). Semoga cepat terealisasi, karena kabarnya Negara tetangga sudah berencana untuk mendirikan PLTN di dekat perbatasan Kalimantan. Jangan sampai ribut akan masalah yang sebenarnya tidak esensial sehingga malah tertinggal dari Negara lain.

——–

Sumber tulisan:

http://blognuklir.wordpress.com/

http://www.setkab.go.id/index.php?pg=detailartikel&p=3919

http://www.pantonanews.com/489-nuklir-gantikan-migas-

About Mahdiy

Seorang penuntut ilmu kecil-kecilan.. ^^

Posted on April 3, 2012, in Kuliah and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: