Pembuatan Mesh

Pembuatan mesh atau yg lebih dikenal dengan istilah meshing, merupakan salah satu langkah dalam pre-proccessing sebuah simulasi. Baik untuk simulasi struktural yg menggunakan Finite Element Method(FEM), maupun simulasi CFD yg umumnya menggunakan Finite Volume Method(FVM). Mesh ini sendiri berguna untuk membagi geometry dari model menjadi banyak elemen yg nantinya digunakan oleh solver untuk membangun volume kontrol.

Pada beberapa software FEA(Finite Element Analysis), dalam pengaturan pembuatan mesh, dijumpai opsi fine(halus) dan coarse(kasar). Fine mesh akan mengandung lebih banyak cell sehinga membentuk model yg halus. Bagaimana menentukan pilihan tsb? Fine mesh tentunya akan menghasilkan hasil perhitungan yang lebih akurat, karena persamaan dihitung pada jarak cell yang lebih rapat. Namun dengan membuat mesh semakin rapat (yg artinya akan semakin banyak jumlah cell yang dihitung) maka komputasi solvernya pun akan semakin lama. Pada penggunaan software yang lebih advance, meshing dilakukan pada software khusus. Ini berguna untuk menghasilkan mesh yang baik dan proporsional (disesuaikan dengan gradient parameter yang bekerja pada cell/noda tersebut. misal untuk CFD: gradien kecepatan, densitas, tekanan,dll)

Ada beberapa tipe mesh yang umumnya dipakai: Triangle(2D), Quadrilateral(2D), Tetrahedron Hexahedron, Pyramid, Prism/Wedge.

 

 

 

About Mahdiy

Seorang penuntut ilmu kecil-kecilan.. ^^

Posted on September 26, 2012, in CFD, FEM and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. sebelumnya, saya ucapkan terimakasih atas infonya dan itu sangat membantu saya yang sedang mempelajari SWFS..
    saya mau bertanya mas, apaka angka dari von mises yang dihasilkan oleh software tersebut akan sama hasilnya dengan perhitungan manual atau tidak..??
    Terimakasih sebelumnya, saya tunggu balasannya..

    • maaf baru balas mas, udah lama ga ngeblog..
      tentunya akan sama, soalnya kan iterasi yang dilakukan di COSMOS itu pake rumus dari textbook juga, cuma didiskritisasi melalui mesh2nya. tentunya model free body diagram/constraint nya harus sama juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: