Monthly Archives: Oktober 2012

Seminar: Islam itu Ilmiah 2012

Assalamu’alaykum warahmatullah,

Untuk teman-teman Mahasiswa Baru, periode awal masuk kampus adalah pintu gerbang yang menentukan langkah kepada masa depan teman-teman. Berbagai pintu tersedia dan telah dibuka selebar-lebarnya. Dari mulai pintu yang mengajak kepada kebaikan hingga keburukan. Setiap kelompok berlomba untuk menghiasi pintu-pintu mereka dalam rangka menawarkan ideologi mereka masing-masing. Untuk terhindar dari ideologi yang menyimpang diantara ragam pemikiran Islam, tentunya dengan ilmu, dengan mengumpulkan berbagai referensi baik dari artikel, buku, maupun menghadiri kajian keIslaman.

Maka FKI UI mengadakan Seminar Sehari bertema: “Liberalisme dan Radikalisme: Sebuah Tantangan Mahasiswa Akhir Zaman” dengan tujuan untuk memfasilitasi teman-teman, agar mendapat gambaran yang menyeluruh terhadap dua ideologi yang ekstrim ini, baik ekstrim kiri(Islam liberal) juga ekstrim kanan(islam radikal), dan bagaimana solusinya.

Yuk ikutan! :)

i3 (Islam Itu Ilmiah) 2012

Berilmu yang Amaliah, Beramal yang Ilmiah

Waktu: Sabtu, 3 November 2012

Tempat: Pusat Studi Jepang, Kampus UI, Depok.

SESI 1: pukul 09.00-12.00 WIB
“Membedah Akar Liberalisme Dan Radikalisme”
Pembicara: Ustadz Ali Saman Hasan,M.A. & Ustadz Ibnu Saini,Lc.

SESI 2: Pukul 13.00-15.00 WIB
“Liberalisme&Radikalisme: Tantangan Akhir Zaman”
Pembicara: Ustadz Amri Azhari,Lc. & Ustadz Kurnaedi,Lc.

REGISTRASI:
via sms: i3#nama lengkap#fakultas#angkatan#univ
contoh: i3#Ahmad Ihsan#teknik#2012#UI
kirim ke: 089630378932(putra), 085692481959(putri)

atau

-via web: mengisi form di sini

Contact Person
08561942216 (Putra)
085723154282(putri)

FREE Entry, snack, lunch, doorprize, &seminar kit*
peserta terbatas!

Organized by:
FKI UI (Forum Kajian Islam Univ.Indonesia)

Sebuah Renungan Untuk Tidak Hanyut dalam Dosa

Pernah tenggelam..? Pernah hanyut di sungai..? Jika Anda mengalaminya, apa yang akan anda lakukan?

Terlelap dalam air, terombang-ambing oleh ombak, hanyut dalam airan yang deras,  apa yang akan anda lakukan? tentu kita ingin menyelamatkan diri. Memang sudah fitrah bagi manusia jika terhanyut di sungai, akan berusaha untuk meyelamatkan diri. Mencari pegangan batu,  ataupun ranting pohon, bahkan rumput pun akan kita pegang, padahal menurut logika singkat kita, rumput tersebut tidak bisa menahan tubuh kita yang berat. Namun kenapa kita tetap melakukannya? Karena kita yakin bahwa arus tersebut akan membinasakan kita, mencelakakan kita.

Pernah berdosa? Tentunya kita akan mengatakan pernah, karena manusia adalah tempat, wadah, penampung dosa, dan berbuat salah, tetapi yang terbaik ialah yang mau bertaubat. Ketika kita berdosa, terjerumus pada sesuatu yang buruk, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita biarkan saja mengalir seperti itu? Hanyut dalam lembah kenistaan, terombang-ambing dalam lembah keburukan yang membuat Read the rest of this entry

Amalan Apa yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah?

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Alhamdulillah,

Bulan Dzulhijah telah menghampiri kita. Bulan mulia dengan berbagai amalan mulia terdapat di dalamnya. Lantas apa saja amalan utama yang bisa kita amalkan di awal-awal Dzulhijah? Moga tulisan sederhana berikut bisa memotivasi saudara untuk banyak beramal di awal Dzulhijah.

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijah

Adapun keutamaan beramal di sepuluh hari pertama Dzulhijah diterangkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berikut,

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».

Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.“[1]

Dalil lain yang menunjukkan keutamaan 10 hari pertama Dzulhijah adalah firman Allah Ta’ala,

وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Dan demi malam yang sepuluh.” (QS. Al Fajr: 2). Di sini Allah menggunakan kalimat sumpah. Ini menunjukkan keutamaan sesuatu yang disebutkan dalam sumpah.[2] Makna ayat ini, ada empat tafsiran dari para ulama yaitu: Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: