Sebuah Renungan Untuk Tidak Hanyut dalam Dosa

Pernah tenggelam..? Pernah hanyut di sungai..? Jika Anda mengalaminya, apa yang akan anda lakukan?

Terlelap dalam air, terombang-ambing oleh ombak, hanyut dalam airan yang deras,  apa yang akan anda lakukan? tentu kita ingin menyelamatkan diri. Memang sudah fitrah bagi manusia jika terhanyut di sungai, akan berusaha untuk meyelamatkan diri. Mencari pegangan batu,  ataupun ranting pohon, bahkan rumput pun akan kita pegang, padahal menurut logika singkat kita, rumput tersebut tidak bisa menahan tubuh kita yang berat. Namun kenapa kita tetap melakukannya? Karena kita yakin bahwa arus tersebut akan membinasakan kita, mencelakakan kita.

Pernah berdosa? Tentunya kita akan mengatakan pernah, karena manusia adalah tempat, wadah, penampung dosa, dan berbuat salah, tetapi yang terbaik ialah yang mau bertaubat. Ketika kita berdosa, terjerumus pada sesuatu yang buruk, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita biarkan saja mengalir seperti itu? Hanyut dalam lembah kenistaan, terombang-ambing dalam lembah keburukan yang membuat kita celaka kemudian, mati, dan tidak bertaubat. Tentu tidak, masih ada jalan lain, yaitu bertaubat. Seperti anda menyelamatkan diri dari sungai yang menghanyutkan dengan mencari pegangan, maka ketika hanyut dalam sungai dosa, kita juga akan berusaha menyelamatkan diri. Jangan sampai kita berdalih bahwa dosa ini bukan keinginan kita, dosa ini terjadi karena takdir, seperti itu juga kita tidak berdalih ketika kta hanyut dalam sungai kita berkata’ “ini kan takdir Allah, Allah yang menakdirkan saya hanyut di sungai.” Tidak demikian, kita akan tetap berusaha untuk menyelamatkan diri. Begitu juga dengan ketika hanyut dalam sungai kenistaan, sungai dosa, sungai kesyirikan, sungai maksiat, seungai kezhaliman, lembah yang gelap, yang hitam, kehidupan yang keluar dari syari’at Allah. Maka apa salahnya kta menyelamatkan diri seperti kita menyelamatkan diri dari sungai yang sebernanya. Karena yang namanya dosa, perlu ada penyeimbang yaitu taubat, selama kita belum mati, nafas belum sampai ke tenggorokan, matahari belum terbit dari barat, masih ada kesempatan untuk bertaubat, yang penting ialah keinginan untuk bertaubat, bukan perasaan hanyut dalam sungai dosa. Sebagaimana keinginan untuk mencari pegangan saat hanyut, begitu juga dengan keinginan untuk bertaubat, kembali pada sunnah Rasulullah ketika hanyut dalam lembah bid’ah. Keinginan kita untuk kembali pada alQur’an, ibadah pada Allah, ketika kita tenggelam dalam danau kemaksiatan.

Marilah bersama, saya dan anda, kita semua yang pernah berbuat dosa, jangan berputus asa dari rahmat Allah. Karena dosa berputus asa dari rahmat Allah, lebih besar dari dosa pebuatan itu sendiri. Anda berbuat dosa, berbuat maksiat, tapi kemudian anda berkeyakinan Allah tidak akan mengampuni anda, maka ini lebih dosa. Karena anda seakan berkeyakinan bahwa rahmat Allah sempit, tidak mampu untuk menghapus dosa anda yang luas. Dan anggapan seperti ini lebih dosa dari dosa anda itu sendiri. Belum terlambat untuk berubah, mengganti amal maksiat menjadi amal taat, belum telat untuk bertaubat, karena kita masih Allah berikan kesempatan untuk menghirup udara segar oleh Allah Ta’ala..

.

Sumber: Video Motivasi [Yufid.tv – Ustadz Muhammad Yassir,Lc.]

note: video ceramah dengan style dan angle terbaik yang pernah saya lihat :) Jika diresapi, bisa membuat mata anda berair, atau mungkin menitik air mata ini tanpa anda sadari :'(..

About Mahdiy

Seorang penuntut ilmu kecil-kecilan.. ^^

Posted on Oktober 17, 2012, in motivasi and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. When I originally commented I clicked the “Notify me when new comments are added” checkbox and now each time a comment is added I
    get several e-mails with the same comment.
    Is there any way you can remove people from that service? Thanks!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: