Secret Sins, Dosa Rahasia

SECRET GOOD DEEDS OR SECRET BAD DEEDS?

kabairJika melihat salafunash shalih(pendahulu kita yang sholih) rahimahumullaah, mereka memiliki amal baik yang sirriyah(rahasia) yang hanya ia dan Allah Ta’ala yang mengetahuinya. Misalnya saja Abu Bakar radhiallahu’anhu yang merawat dan memenuhi kebutuhan wanita badui yang buta setiap harinya. ataupun Ayub As-Sikhtiyaniy yang berpura-pura menggeliat dan mengeraskan suara ketika bangun tidur seakan baru bangun(padahal sebelumnya ia melaksanakan sholat malam). Atau Ali bin Al Husain yang tiap malam memanggul dan membagikan karung makanan (hingga punggungnya menghitam, dan baru diketahui saat kematiannya). Dan berbagai kisah lain yang menunjukkan mereka menyembunyikan amalannya baik sholat sunnah, shoum, shodaqoh, do’a, dan tangisan mereka di hadapan manusia. Berkata Zubair bin ‘Awwam, “Barangsiapa yang mampu menyembunyikan amalan sholihnya, maka lakukanlah!”

Muslim saat ini, terutama pemudanya, banyak dari mereka memiliki amalan rahasia. Namun apakah amalan baik yang rahasia? Tidak, melainkan secret sins, dosa(amal buruk) rahasia/tersembunyi yang mereka lakukan. Rasa pengagungannya pada manusia melebihi pengagungan pada Allah. Ia menjadi musuh syaithan di saat keramaian, namun menjadi kawan mereka di dalam kesendirian.

Ya, setiap kita punya hasrat dan hawa nafsu yang mendorong kita untuk berbuat keharaman, untuk meninggalkan ibadah, melakukan riba, mendengarkan musik, melihat sesuatu yang diharamkan, dan memiliki hubungan yang spesial dengan lawan jenis. Namun keimanan, ketaqwaan, rasa takut akan azab, rasa harap terhadap ganjaran, dan rasa muraqabatullah(senantiasa dilihat Allah) lah yang membuat diri kita tidak melakukan hal demikian.

Dan ada sebuah hadits yang menjadi tamparan telak bagi kita yang masih saja melakukan perbuatan dosa di dalam kesendirian. Rasulullah bersabda,

« لأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِى يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا ». قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ. قَالَ : « أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا ».

“Niscaya aku akan melihat beberapa kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan KEBAIKAN LAKSANA GUNUNG TIHAMAH yang putih, kemudian Allah Azza wa Jalla MENJADIKANNYA DEBU YANG BERTERBANGAN”. Ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, jelaskanlah sifat mereka kepada kami, agar kami tidak menjadi bagian dari mereka sementara kami tidak tahu,” Nabi menjawab: “Ketahuilah, mereka adalah saudara kalian, satu bangsa, dan bangun malam sebagaimana kalian. TAPI JIKA MEREKA MENYENDIRI DENGAN LARANGAN- LARANGAN ALLAH, MEREKA MELANGGARNYA” [HR. Ibnu Majah, ash-Shahîhah no.505]

Sufyan ats Tsauri berkata, “Jika engkau takut kepada Allah, Dia akan menjaga dirimu dari manusia. Tetapi jika engkau takut kepada manusia, mereka tidak akan bisa melindungimu dari Allah”

Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang punya rasa ta’zhim yang besar padaNya, yang punya rasa takut&taqwa untuk berbuat dosa, baik dalam keramaian, maupun kesendirian kita..

wallaahul muwaffiq..

About Mahdiy

Seorang penuntut ilmu kecil-kecilan.. ^^

Posted on Januari 2, 2013, in Keislaman and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: