Catatan Kecelakaan ‘Ferrari’ Tucuxi

Impian Menteri BUMN (dan rakyat Indonesia tentunya) untuk memiliki mobil listrik nasional yang ramah lingkungan, terlebih lagi merupakan hasil karya anak bangsa sendiri memang telah setahap menuju realita. Namun berita yang cukup mengejutkan, prototype mobil listrik ‘ferrari’ tucuxi yang rencananya dibandrol seharga 1,5M yang sedang diuji coba mengalami kecelakaan (menabrak tebing, tiang listrik, dan mobil panther) di Magetan pada Jum’at (4/12/13) malam. Ada beberapa sisi yang rasanya cukup menarik untuk dibahas dalam kejiadian ini, diantaranya;

Pertama, tucuxi belum mengantongi sertifikat layak jalan saat diuji coba kemarin. Prosedurnya, sebuah produk transportasi baru harus melalui serangkaian proses sebelum turun ke jalan. Diantaranya yaitu uji tipe di balai pengujian type kendaraan di Bekasi. Setelah itu kendaraan tersebut bisa diajukan untuk di registrasi dan mendapatkan STNK. Dalam ayat 1 pasal 69 UU 20 tahun 2009, disebutkan untuk kepentingan tertentu, kendaraan bermotor yang belum di registrasi dapat dioperasikan dengan dilengkapi Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCKB). Mungkin untuk kasus tucuxi ini dapat dimasukkan dalam poin ‘kepentingan tertentu’ (meskipun poinnya telah diatur dalam peraturan lain), tapi nampaknya tucuxi sendiri belum mendapat STKCB, nomor polisi dari tucuxi sendiri pun masih menggunakan nomor ‘test’ yang tidak resmi, yaitu DI 19. Mungkin karena ini “proyek nasional”, dan sudah tidak sabar untuk menjajal mobil listrik ini di jalanan, :D

Kedua, designer mobil listrik ini, Danet Suryatama,M.Sc.,Ph.D (seorang jebolan ITS yang didatangkan langsung dari AS, yang sudah lebih 10 tahun menjadi engineer di salah satu pabrik Otomotif di AS) merasa telah dilanggar hak ciptanya ketika mengetahui bahwa tucuxi ini dibongkar dan dimodifikasi (pada bagian rem, yang merupakan sebab terjadinya kecelakaan) tanpa seizin pak Danet di salah satu bengkel di Sleman. “Kami sangat berkeberatan apabila mobil tersebut dibongkar tanpa seizin kami untuk dipelajari dan ditiru teknologinya dalam hal ini oleh Kupu-kupu Malam dan pihak Pak Dahlan, apalagi dengan mengundang pihak lain, dua dosen dari UGM,” sesal Danet. Terlepas konflik Danet dengan DI mengenai pemilikan dan pembiayaan riset tucuxi, jangan sampai pak Danet ini menjadi “Habibie” kedua yang dikecewakan oleh bangsanya sendiri.

Terakhir -dan ini yang paling menjijikan- yaitu sebelum uji coba tucuxi dilakukan, diadakan ruwatan (doa ‘tolak bala’) yang dipimpin oleh Ki Manteb Sudharsono. Setelah dibacakan mantra, selanjutnya mobil Tucuxi disiram dengan air kembang yang diambil dari empat arah penjuru di Solo. Saya mendapat subuah kutipan yang keren; Pak Presiden SBY –semoga Allah menjaga beliau- pernah berkata “Pemikiran yang mistik mencerminkan mentalitas jalan pintas. Orang yang tidak mau kerja keras, tidak mau berencana, dan hanya mengharapkan solusi dengan cara gaib. Mistik membuat orang malas, tidak ulet dan tidak bermental tangguh.” [dari Buku Harus Bisa – Seni Memimpin ala SBY hal.127]

Pak DI sendiri mengatakan ‘tolak bala’ itu diadakan selain untuk menghindari musibah dan bencana, juga untuk menghindarkan dari fitnah. Semoga Allah menunjukkan hidayah untuk pak DI (dan para pejabat lain yang masih percaya pada hal mistik seperti ini). Adalah hak prerogratif Allah dalam memberikan bencana dan musibah, dan fitnah mana yang lebih besar daripada kesyirikan? Dalam Surat Maryam Allah firmankan; “Sampai hampir langit pecah, bumi belah, dan gunung-gunung runtuh” akibat sebuah kalimat kesyirikan. Jika ingin dijauhkan dari musibah, maka mintalah langsung pada Allah, dan sesuai tatacera yang Rasulullah ajarkan juga tentunya. Sesungguhnya musibah yang terjadi setelah ruwatan (ringseknya tucuxi) itu jauh lebih ringan dari musibah ruwatan itu sendiri.

Tulisan ini bukan untuk menjelek-jelekkan seseorang, namun sekedar mengevaluasi dan mengambil pelajaran dari sesuatu yang terjadi. Semoga impian mobil listrik nasional tercapai dan proyeknya tetap berjalan dengan lebih baik lagi, menyelesaikan problem yang ada, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku, serta tentunya lebih sesuai syari’at, tidak perlu yang aneh-aneh(dengan ruwatan dan mandi bunga untuk mobil), cukup dengan doa naik kendaraan saja. Bagaimana doanya? :D

“Bismillaah, Alhamdulillaahi, Subhaanalladzii sakhkharalanaa hadzaa wamaa kunnaa lahu muqriniina, wainnaa ilaa Rabbinaa lamunqalibuun”

“Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesung-guhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat)” [HR. At Tirmidzi no.3446]

Sekian. Semoga Bermanfaat :)

.

Muhammad ‘Abdullah, (c)wp.me/Xvhl

.

Sumber:

http://news.detik.com/read/2013/01/05/171906/2134087/10/ferrari-sempat-tabrak-mobil-lain-dahlan-justru-dapat-simpati?9911012

http://autos.okezone.com/read/2013/01/06/52/742072/tucuxi-dahlan-iskan-tak-punya-sertifikat-layak-jalan

http://oto.detik.com/read/2013/01/06/072638/2134188/1207/ini-dia-bukti-pembongkaran-mobil-listrik-tucuxi-sebelum-rem-blong?9911012http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/tips-mudik-lebaran-penuh-berkah-bag-2.html

About Mahdiy

Seorang penuntut ilmu kecil-kecilan.. ^^

Posted on Januari 6, 2013, in info and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: