Curhatan Rakyat Kecil soal Pemblokiran Jalan/Rel

sumber: merdeka.com

Jika awal Desember kemarin terjadi pemblokiran tol yang dilakukan oleh buruh (yang menyebabkan macet hingga 18km), baru-baru ini, paguyuban pedangang Kios stasiun KA dan mahasiswa melakukan pemblokiran rel KRL di stasiun Pocin(Pondok Cina). Pemblokiran ini merupakan puncak aksi penuntutan hak para pedagang kios stasiun yang mengalami penggusuran oleh PT.KAI

Pemblokiran jalan maupun rel, jelas merugikan orang banyak. Dan orang banyak itu termasuk orang yang diambil haknya, alias terzholimi. Dari ribuan orang yang merasa terzholimi dari aksi pemblokiran tersebut, pastinya -hampir- semua merasa kesal, ada yang kekesalannya dipendam di hati, tapi tidak sedikit yang keluar melalui lisan. Ada yang mengungkapkan kekesalan melalui celaan, ‘nyumpahin’, ataupun doa. Untuk dua terakhir ini perkara yang berat. Ingat kan hadits yang menyebutkan bahwa doa orang yang terzholimi itu mustajab/dikabulkan? Yaitu: “…dan berhati-hatilah dari doanya orang yang terzalimi; karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara dia dengan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Untuk para buruh, bagaimana jika ada puluhan orang yang kesal dan berdoa; “biar rezekinya ga turun! Ngerepotin orang sih..” Untuk para pedagang, bagaimana jika ada puluhan orang yang berdoa; “Semoga dagangannya ga laku ..” dan untuk mahasiswa, bagaimana jika ada puluhan orang yang berdoa; “semoga di DO aja mahasiswa yang model begini” atau “Biar susah dan ga kelar-kelar tuh skripsinya, orang lain kok ya ikut disusah-susahin” atau “gua sumpahin jadi pengangguran abis lulus jadi mahasiswa.” Dan doa-doa buruk lainnya. Ketika kita berusaha untuk mendapatkan doa kebaikan dari orang lain, dengan sering berucap; “doakan saya begini dan begitu ya..” tetapi untuk keadaan ini anda rela orang mendoakan keburukan untuk anda.

Apakah para buruh dan pedagang adalah satu-satunya golongan yang harus diperhatikan haknya? Apakah orang lain tidak memiliki hak untuk pergi bisnis ke luar kota/ luar negeri, pergi ke kantor, untuk pergi ke sekolah, untuk pergi berbelanja dengan aman dan nyaman. Apakah buruh dan pedangang itu satu-satunya rakyat kecil? Sehingga yang selain mereka (para penumpang kendaraan dan KRL) dikeluarkan dari istilah ‘rakyat kecil’ yang patut diperjuangkan haknya? mereka juga rakyat kecil bung, yang juga sedang melakukan aktivitas ‘penyambungan hidup’nya.

Melakukan aksi penuntutan hak dengan melakukan pemblokiran fasilitas umum, berarti anda telah mengambil hak orang secara paksa untuk menuntut hak anda/golongan anda sendiri. Jika anda melakukan aksi mogok makan (atau jahit mulut, bakar diri) untuk menuntut hak anda, maka hanya anda yang dirugikan atas aksi anda bukan? Tetapi dengan melakukan pemblokiran, hak orang lain juga anda korbankan untuk menuntut hak anda. Namun kenapa tidak melakukan aksi mogok makan? Apakah biar tidak rugi dua kali(rugi tidak makan dan rugi hak yang sedang dituntut)? Jadi biarlah orang lain yang menanggung kerugian yang satunya, begitu? Jangan berkata anda sedang menuntut Hak Asasi anda yang sedang direbut di sini, karena anda sebenarnya juga sedang mengambil hak orang lain. Jika begini, anda sama saja menginginkan agar orang lain merasakan hal(kesulitan) yang sama dengan anda dengan topeng yang bernama ‘solidaritas’. Alhamdulillah, Islam bukan seperti agama sosialis, yang sama rata sama rasa. Tetapi Islam mengatur porsinya masing-masing. Sebagai muslim yang baik, kita dilarang untuk memberikan kemudharatan/keburukan bagi orang lain. Sebagaimana sebuah hadits; “La dharara wa laa dhiraar.” (Tidak boleh membahayakan orang lain, dan tidak boleh membalas bahaya orang lain melebihi bahaya yang diberikannya.) [HR Ibnu Majah]

dan ada hadits lain yang benar-benar patut direnungi bagi anda yang melakukan pemblokiran fasilitas umum. Rasulullah Shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Cabang iman yang paling afdhal adalah perkataan laa ilaha illallah, sedangkan cabang iman yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.”[HR Muslim dan Abu Dawud]

“Ada seseorang laki-laki yang melewati ranting berduri berada di tengah jalan. Ia mengatakan, ‘Demi Allah, aku akan menyingkirkan duri ini dari kaum muslimin sehingga mereka tidak akan terganggu dengannya.’ Maka Allah pun memasukkannya ke dalam surga.”[HR Muslim]

Ya, menyingkirkan gangguan dari jalan merupakan cabang keimanan paling rendah, dan salah satu sebab seseorang Allah Ta’ala masukkan ke surganya. Coba kita bayangkan sejenak, bagaimana jika ketika itu ada seorang sahabat yang bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana dengan orang yang malah memberikan gangguan pada jalan, sehingga ribuan kaum uslimin terganggu atasnya?” Apa kira-kira jawaban Rasulullaah? Silakan direnungi.

Untuk pemblokiran jalan, bagaimana jika ada yang sedang memburu waktu, yang mungkin sebagian besar hidupnya ditentukan pada waktu tersebut. Atau ada ambulans yang sedang membawa pasien gawat darurat, yang malah terjebak macet akibat pemblokiran yang menyebabkan pasien di dalamnya meninggal. Atau untuk pemblokiran rel, mungkin ada yang berkata; “kan ada alternatif kendaraan lain..” kalau dipikir secara singkat cukup solutif memang, tapi yang disinggung di sini bukan solusi selain KRL, namun kesulitan yang anda berikan untuk pengguna fasilitas tersebut. Mulai dari ongkos yang lebih mahal, waktu tempuh yang jauh lebih lama, dan kesulitan untuk naik turun angkot. Bayangkan saja bila ada ibu hamil yang terpaksa turun dari KRL untuk beralih ke angkutan umum di stasiun UI. Pertama turun dari KRL, naik turun tangga peron stasiun, jalan dari stasiun ke margonda, naik turun angkot, belum lagi kalau hujan.

“kalo anda gak bisa naik kereta mnuju tujuan kan ada alternatif lain. Tapi kalo mereka gak dagang dan jualan, apa mau nyuruh mereka ngerampok or ngebegal?”

Statement di atas juga tidak tepat, sama saja kita katakan; “kalau ngelarang orang dagang rokok, mau mereka malah dagang narkoba?” Tidak perlu lah kita membandingkan sebuah keburukan dengan keburukan lain yang lebih besar, untuk sebuah legitimasi.

Maka solusinya, pakailah cara yang elegan, yang birokratif, yang sesuai dengan prosedur. Mungkin ada yang berkata (dalam kasus KAI), kenapa pedagang digusur sedangkan alfamart&indomaret dibiarkan? Indomaret & Alfamart lansung membuat perjanjian tertulis dengan PT.KA Property selaku pengelola. Jika pedagang cerdik buatlah kerjasama tertulis dengan Koperasi Karyawan KA stasiun setempat supaya memfasilitasi dengan membuat Unit Usaha Bersama. PT. KAI Property hanya mau bekerja sama dengan usaha yg berbentuk badan hukum bukan perorangan. Lahan kios itu milik PT.KAI (meskipun dalam MoU kontrak kios yang dinilai merugikan pihak pedagang, dan ada permainan oknum KAI di sini), PT KAI berhak melaksanakan sesuai pada MoU kontrak, yaitu mengambil hak atas lahan mereka sendiri, dan agar pedagang menuruti kontrak yang ada (meskipun bukan berarti saya setuju dengan cara KAI mencabut hak pakai pada para pedagang). Karena sebagaimana sebuah hadits; “al-muslimuuna ‘alaa syuruuthihim” (Setiap orang muslim wajib memenuhi segala persyaratan yang telah mereka sepakati) [HR Abu Dawud no.3596].

Saya hanya bisa berdoa agar konflik antara pedagang dan KAI bisa cepat terselesaikan, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Sekian. cmiiw

update:

sekarang KRL udah bisa lewat, barang2 udah diberesin. Besok akan dilakukan mediasi oleh polres depok antara pedagang dan PT KAI.

*kenapa via polres? Karena nyaris ricuh antara penumpang KRL dengan pedangang&mahasiswa. Terbukti kalau pemblokiran itu benar-benar bikin kesal penumpang

—-

http://www.merdeka.com/peristiwa/mahasiswa-ui-blokir-stasiun-ratusan-penumpang-terlantar.html

http://www.republika.co.id/berita/regional/jabodetabek/12/02/08/lz2ecu-jika-blokir-rel-demonstran-rugikan-25-ribu-orang

http://www.merdeka.com/peristiwa/penumpang-usir-mahasiswa-ui-krl-pondok-cina-kembali-normal.html

About Mahdiy

Seorang penuntut ilmu kecil-kecilan.. ^^

Posted on Januari 14, 2013, in info and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Cerita Penggusuran Kios Pedagang di Stasiun Pocin

    Penggusuran kios pedagang di Stasiun Pocin terjadi pagi hari, dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, 14 Januari 2013. Sebelumnya, kira-kira pukul 07.30 WIB Stasiun Pocin mulai ramai didatangi oleh preman dan para aparat yang terdiri dari PKD dan Polsuska. Para pedagang mulai curiga bahwa akkan terjadi penggusuran terhadap kios mereka pagi ini. Kecurigaan terjadi karena sebelumnya PT.KAI tidak pernah mengeluarkan surat penggusuran bahwa Kios Stasiun akan digusur hari itu. Menjelang pukul 10.00 WIB, para preman telah ramai berada di Stasiun Pocin bersama para aparat. Setengah jam kemudian, penggusuran pun dilakukan oleh aparat dan preman.

    Kondisinya, jumlah pedagang dan mahasiswa yang berjaga di Stasiun Pocin saat itu tidak seberapa. Hal ini dikarenakan sebagian besar pedagang dan mahasiswa menuju Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi mengenai kasus penggusuran kios-kios di Stasiun se-Jabodetabek. Beberapa mahasiswa yang ada di Stasiun Pocin saat penggusuran terjadi mendatangi Ari Soepradi, Penanggung Jawab penggusuran kios. Para mahasiswa menanyakan kejelasan mengenai penggusuran yang terjadi, berupa ada surat resmi penggusuran atau tidak dan meminta tanggapan mengenai rekomendasi yang telah diberikan oleh KOMNAS HAM bahwa PT.KAI tidak melakukan penggusuran sebelum diadakan perundingan antara pihak PT.KAI dan pedagang. Pertanyaan pertama, Ari Soepradi menjawab bahwa urusan surat penggusuran bisa diurus setelah pennggusuran selesai. Pertanyaan kedua, Ari Soepradi cenderung untuk tidak mengindahkan rekomendasi dari KOMNAS HAM karena beliau merasa berhak untuk melakukan penggusuran.

    Kami dari mahasiswa dan pedagang mengutuk aksi penggusuran kios Stasiun Pocin. Pertama, tidak ada surat penggusuran dari PT.KAI. Kedua, PT.KAI menyewa preman untuk melakukan pengrusakan terhadap kios. Ketiga, tidak ada surat pemberitahuan kepada Polress Depok bahwa akan dilakukan penggusuran. Keempat, preman ‘dibiarkan’ bertindak kasar terhadap pedagang dan mahasiswa yang mencoba bertahan.

    Seluruh jalur demokrasi telah dilalui oleh pedagang dan mahasiswa untuk memperjuangkann haknya. Pedagang dan mahasiswa sudah mencoba mendatangi kantor pusat PT.KAI di Bandung untuk mengajak dialog, namun tidak ada tanggapan. Pedagang dan mahasiswa juga telah mendatangi kantor Kementerian BUMN untuk tujuan serupa, tapi juga tidak ada tanggapan. Pedagang dan mahasiswa juga telah mendatangi kantor DAOP 1 (Daerah Operasi 1) di Stasiun Kota dan juga tidak ada tanggapan. Terakhir, pedagang dan mahasiswa mencoba aksi di Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan mengenai kasus penggusuran kios ini. Tetapi demokrasi telah dikhianati oleh PT.KAI. Mereka melakukan penggusuran tanpa melalui jalur resmi. Selain itu, mereka juga menyewa preman untuk melakukan penggusuran kios. Oleh karena itu, pedagang dan mahasiswa bereaksi menunggu Ignasius Jonan di rel untuk hadir di Stasiun Pocin, namun tetap tidak ada tanggapan. Padahal, tuntutan pedagang dan mahasiswa sederhana: dialog komprehensif antara PT.KAI dan Pedagang.

  2. yah, nyumpahin= laknatin. tapi harus ingat ada prinsip nyumpahin seperti ini : “Jika seorang hamba melaknat sesuatu, maka laknat itu akan naik ke langit, dan tertutuplah pintu-pintu langit. Kemudian laknat itu akan turun lagi ke bumi, namun pintu-pintu bumi telah tertutup. Laknat itu kemudian bergerak ke kanan dan ke kiri, jika tidak mendapatkan tempat berlabuh, dia akan menghampiri orang yang dilaknat, jika layak dilaknat. Namun jika tidak, maka laknat itu akan kembali kepada orang yang melaknat.” (HR. Abu Daud no. 4905 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1269)

  3. saya rasa bung kurang memahami akar persoalaan …. kamipedagang pun telah ada koperasi di stasiun gondang dan cikini tetapaja mao di gusur … bung baca di artikel saya ….. kenapa indomaret bisa kepadapa pedang kecil ngak bisa …………. jawaban satu …raja bertahta kapitalis berkusas ??? sejak kapan indomaret/alfa maret masuk /….sejak kapan ignatius jadi dirut KAI … siapa bos alfa dan indo siapa itu ignatios ….udah anda bisa meanrik benang merah … cuan cik bos cuan ceban ngak dipakai

    mahdiy:
    terimakasih atas komentarnya, iya memang saya tidak begitu mengerti persoalan hubungan koperasipedagang-alfamart-indomaret-KAI. poin tulisan saya di atas hanya tidak setuju akan pemblokiran fasilitas umum..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: