Hati-Hati FEMINISME!

feminism symbol

Lelucon seorang calon ‘hakim agung’ di depan anggota komisi III DPR mengenai kasus kekerasan seksual yang disambut tawa dari para anggota dewan, benar2 tidak pantas dan menuai kecaman dari berbagai pihak. Amat disayangkan, seharusnya pengambil kebijakan dan penegak hukum punya perspektif yang membela korban kasus kekerasan seksual, bukan melecehkannya.

Muncul ke permukaan di media cetak dan elektronik para aktivis dan LSM ‘pejuang’ hak2 wanita yang mengajak masyarakat untuk mengecam sikap sang calon hakim, dan masyarakat mendukung dan mempromosikan LSM tersebut. Mereka berkoar tentang isu kesetaraan gender. Ya, mereka lah para aktivis FEMINISME di Indonesia.

Para aktivis feminis berkata; para korban kekerasan seksual, setelah diperkosa fisik mereka, mereka diperkosa oleh sistem hukum di Indonesia. Mulai dari sikap para penegak hukum yang tidak serius dalam menangani kasus, hingga hukuman bagi pelaku yang amat ringan (di Indonesia, hukuman maksimal untuk pelaku kekerasan seksual ialah 20 tahun penjara, namun realisasinya hanya 5thn, 2thn, dan bahkan ada yang hanya 2bulan). Para Feminis (dan kita tentunya) amat menyayangkan hal ini.

Tapi lucunya, mereka mengatakan bahwa para pelaku kekerasan seksual harus dihukum seberat mungkin, namun tidak setuju jika diberikan hukuman mati dengan dalih kebebasan HAM (entah jika mereka atau keluarga mereka yang menjadi korban, apakah akan mengatakan hal yang sama). Mereka kemudian mulai menancapkan taring mereka, mulai menuduh perda(peaturan daerah) yang ‘berbau syariat’ turut memerkosa hak wanita, semisal larangan keluar malam bagi wanita, larangan berpakaian seronok, hingga larangan duduk mengangkang. Mereka mencoba membalik logika, bahwa lelakilah yang patut disalahkan karena tidak mampu menahan nafsunya, bukan karena perempuan(yang berpakaian seronok, keluar malam,dll). Padahal merekalah yang memerkosa otak-otak mereka sendiri dengan mengeluarkan pemikiran yang menghasilkan berbagai statement yang melampaui agama.

Ketahuilah bahwa syari’at itu amat menjaga hak-hak wanita, memberikan proteksi pada mereka, dan menempatkan wanita pada fitrahnya. Karena jelas, Allah Ta’ala, rabb manusia, yang paling mengetahui yang terbaik untuk makhluknya, yang membuat batasan-batasan tersebut.

About Mahdiy

Seorang penuntut ilmu kecil-kecilan.. ^^

Posted on Januari 17, 2013, in info and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: