Monthly Archives: April 2013

Syarat Diterimanya Ibadah

syrat amalBagaimana rasanya ya ketika kita mengerjakan sesuatu namun hasilnya sia-sia? Misalnya ketika dapat tugas kelompok, kita mengerjakannnya sampai tidak tidur semalaman, tapi ternyata apa yang kita kerjakan tidak dipakai dalam kelompok. atau tugas dari dosen yang kita kerjakan berjam-jam, tapi ternyata tidak diterima oleh dosen karena kelewat deadline misalnya. atau berhari-hari mengerjakan proposal PKM atau proposal bisnis, nyatanya ga lolos seleksi administratif karena hanya salah format.. Ya, kekecewaan yang besar tentunya muncul dalam diri kita.

Nah, itu dalam kehidupan kampus, bagaimana untuk kehidupan akhirat? Jika dalam hal duniawi, setiap kegagalan yang kita terima akan ada proses pembelajaran yang kita dapatkan. Berbeda dengan di akhirat nanti, gagal ketika amalan kita dihisab berarti gagal untuk selamanya, ga akan ada lagi yang namanya revisi, atau mengulang untuk memperbaiki amalan kita..

Maka dari itu kita harus mengetahui, apa saja syarat/ketentuan agar amal ibadah kita diterima di sisi Allah Ta’ala. Agar apa yang kita kerjakan tidak sia-sia, dan agar tidak menyesal di akhirat nanti, sudah berletih dan lelah beramal, namun tidak Allah terima amalan tersebut. Read the rest of this entry

Sebuah Renungan

mujahid tilawahTeramat sering kita memikirkan pandangan orang lain terhadap diri kita. Kita berpikir, apakah orang lain tersebut menyukai penampilan, perilaku, tutur kata kita, atau malah membencinya. dan teramat banyak waktu yang kita keluarkan untuk berusaha membuat orang lain berpandangan positif terhadap diri kita.

Namun, pernahkah kita meluangkan waktu sejenak untuk memikirkan, bagaimana pandangan Allah Ta’ala, Rabbnya manusia, terhadap diri kita. Apakah Allah mencintai hambanya ini? atau malah membencinya..

Jika Allah Ta’ala senang kepada hamba-Nya, Dia menjadikannya senang dengan amalan ketaatan, dan hatinya terhiasi oleh amal shalih yang ia lakukan.

حَبَّبَ إِلَيْكُمُ ٱلْإِيمَٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِى قُلُوبِكُمْ
“Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu” [QS al Hujurat:7]

Sedang bila Dia membenci seorang hamba, Dia menjadikannya malas dalam berbuat ketaatan, dan menjadikannya senang dengan kemaksiatan.

كَرِهَ ٱللَّهُ ٱنۢبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ
“Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka” [QS at Taubah:46]

Silakan introspeksi diri kita masing-masing. Bagaimana kondisi hati kita saat melakukan ketaatan? Penuh rasa cinta, takut, dan harap kah? atau dipenuhi rasa kemalasan dan keterpaksaan? Dan lihat kondisi hati kita saat melihat kemungkaran dan kemaksiatan, apakah hati kita terasa panas dan ada keinginan kuat untuk mengingkarinya? atau malah terhanyut oleh lingkungan dan suasana, dan ikut terjerembab dalam hal yang diharamkan.. ‘Iadzan billaah

Biar Ga Isbal, tapi Tetep Gaul

Image

Semua dari kita ingin berpenampilan keren, modis, gaul, dan sebagainya. Memang penampilan itu penting, karena manusia banyak menilai orang dari ‘cover’nya, dan wajib pula bagi setiap muslim untuk berpenampilan baik dan rapih, karena Allah Ta’ala itu indah dan mencintai keindahan. Namun ada beberapa adab dalam berpakaian dan berpenampilan yang perlu diperhatikan, salah satunya ialah TIDAK ISBAL.

Kondisi masyarakat kampus yang heterogen memang menuntut kita untuk bisa menyesuaikan diri, karena banyak yang belum terbiasa atau mungkin memandang miring para ‘cingkrangers’. Maka agar tetap gaul, tetap berbaur tapi tidak melebur, laksanakan perintah Nabi kita sebatas kemampuan kita. Celana boleh kita julurkan MAKSIMAL sampai mata kaki, dan itu lebih selamat dan lebih baik. Karena terlalu tidak isbal (artinya celana hingga pertengahan betis) pun ditakutkan akan menjadi libas syuhroh yg dilarang, yaitu pakaian yg nyentrik yang menjadi bahan pembicaraan negatif di masyarakat. So, tetap berpenampilan menarik tapi sesuai Syari’at! :)

*Isbal= menjulurkan pakaian melebihi mata kaki.

pembahasan seputar isbal bisa dibaca di sini http://addariny.wordpress.com/2009/05/19/ada-apa-di-balik-isbal/

%d blogger menyukai ini: