Syarat Diterimanya Ibadah

syrat amalBagaimana rasanya ya ketika kita mengerjakan sesuatu namun hasilnya sia-sia? Misalnya ketika dapat tugas kelompok, kita mengerjakannnya sampai tidak tidur semalaman, tapi ternyata apa yang kita kerjakan tidak dipakai dalam kelompok. atau tugas dari dosen yang kita kerjakan berjam-jam, tapi ternyata tidak diterima oleh dosen karena kelewat deadline misalnya. atau berhari-hari mengerjakan proposal PKM atau proposal bisnis, nyatanya ga lolos seleksi administratif karena hanya salah format.. Ya, kekecewaan yang besar tentunya muncul dalam diri kita.

Nah, itu dalam kehidupan kampus, bagaimana untuk kehidupan akhirat? Jika dalam hal duniawi, setiap kegagalan yang kita terima akan ada proses pembelajaran yang kita dapatkan. Berbeda dengan di akhirat nanti, gagal ketika amalan kita dihisab berarti gagal untuk selamanya, ga akan ada lagi yang namanya revisi, atau mengulang untuk memperbaiki amalan kita..

Maka dari itu kita harus mengetahui, apa saja syarat/ketentuan agar amal ibadah kita diterima di sisi Allah Ta’ala. Agar apa yang kita kerjakan tidak sia-sia, dan agar tidak menyesal di akhirat nanti, sudah berletih dan lelah beramal, namun tidak Allah terima amalan tersebut.

dalam ayat terakhir surat al Kahfi, Allah Ta’ala berfirman;
Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seoran gpun dalam beribadat kepada Rabb-nya.” [QS. Al Kahfi: 110]

Abul Fida’ Imaduddin Ismail bin Umar bin Katsir (atau yang kita kenal dengan nama Ibnu Katsir) dalam kitab tafsirnya mengomentari ayat di atas;
pada ayat “فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً”, yaitu amal yang sesuai syari’at Allah. “وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً”, yaitu amal yang ditujukan bagi Allah yang Esa yang tiada sekutu bagi-Nya. Inilah dua pondasi dari amal yang maqbul(yang diterima), yaitu;
1. Amal tersebut harus ikhlash karena Allah Ta’ala
2. dan harus benar sesuai dengan syariat Rasulullah -Shallallahu ‘alayhi wa sallam.
[lihat: Ringkasan Tafsir Ibn Katsir III/176]

Oleh karena itu, al Imam an Nawawi memasukkan dua hadits pondasi sebuah amalan dalam Arba’iin Nawawiyah nya, yaitu pada hadits pertama tentang wajibnya mengikhlashkan niat (yang diriwayatkan oleh ‘Umar ibn Khattab -radhiallahu’anhu), dan hadits kelima tentang tertolaknya amalan yang tidak sesuai sunnah (yang diriwayatkan oleh A’isyah -radhilallahu’anha)

Sekarang, apasih maksudnya ibadah yang ikhlash dan sesuai sunnah?

Ibadah yang ikhlash berarti ibadah yang murni ditujukan pada Allah saja, bukan karena fulan dan ‘allan. bebas dari riya’ (ingin dilihat orang lain) dan sum’ah (ingin didengar orang lain). Bukan karena mencari perhatian si akhii atau pun si ukhtii, bukan pula mengharap pujian dari teman.

Sedangkan ibadah yang sesuai sunnah, berarti ibadah yang sesuai dengan petunjuk/ apa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dalam hadits yang sharih(jelas) dan shahih(otentik). Ibadah yang kita lakukan harus sesuai dari enam sisi, yaitu: sebab, jenis, jumlah/bilangan, tata cara, waktu, dan tempatnya. Misalnya orang yang berpuasa sebabnya karena dia sedang ulang tahun, kemudian orang yang menyembelih ayam untuk berqurban di hari ‘ied, atau orang yang sholat subuh 8 rakaat, atau orang yang sholat dengan cara bilingual, atau orang yang membayar zaakat fithrah setelah shalat ‘Ied dilaksanakan, atau orang yang berhaji tapi ke India bukan ke Masjidil Haram.. Semua amalan tersebut tertolak karena tidak sesuai dengan tuntunan Nabi kita yang mulia, Muhammad ‘alayhis shalatu was salaam.

wallaahu ta’ala a’lam..

About Mahdiy

Seorang penuntut ilmu kecil-kecilan.. ^^

Posted on April 12, 2013, in Keislaman and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: