Category Archives: FEM

Kunjungan ke PLN Engineering Jakarta

Beberapa waktu lalu kelas CFD dan FEM mengadakan ekskursi/kunjungan ke PT PLN Engineering. PT PLN Enjirining merupakan salah satu anak perusahaan dari PT PLN Persero. PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PT PLN Enjiniring) didirikan pada tahun 2002, dan bergerak di bidang consulting dan engineering solution di Indonesia. Tujuan dari perusahaan ini ialah untuk mengadakan hal seputar bisnis dan enjiniring, pengadaan dan konstruksi(EPC), operasi dan pemeliharaan baik dalam lingkup kelistrikan maupun tidak.

Cukup banyak hal yang di dapat dari kunjungan kami, dan benar-benar membuka wawasan saya mengenai menejemen pembangkitan energy di Indonesia. Narasumber (Bapak Ibrahim) yang merupakan project leader untuk beberapa proyek Pembangkit menuturkan, bahwa sebenarnya biaya pemeliharaan untuk sebuah pembangkit benar-benar mahal. Biaya tersebut di tanggung oleh PLN sebagai BUMN yang mengurusi pengadaan listrik di Indonesia. Biaya pemeliharaan sebuah PLTU bisa mencapai 70 milyar rupiah pertahun, dan pengeluaran terbesar ialah untuk penggantian part-part pembangkit. Hal ini merupakan salah satu sebab yg menjadikan PLN mengalami kerugian finansial, sebagaimana yang sempat beberapa kita dengar di warta berita (tentunya banyak factor lain yg menyebabkan kerugian PLN saat ini). Proyek PLN saat ini ialah membuat pembangkit skala kecil (3-15 MW) dan disebut sebagai Proyek Merah Putih. Kenapa disebut demikian? Karena diharapkan seluruh(atau sebagian besar) part/komponen dari Pembangkit ini berasal dari local content. Tentunya untuk Turbin dan generator, saying sekali, di Indonesia belum ada satupun perusahaan manufaktur yang dapat membuat kedua part ini. Untuk PT PLN sendiri, masih mengimpor dari China. Mengapa mengimpor dari china dan bagaimana kualitasnya? Read the rest of this entry

Iklan

Analisis dan Simulasi Termal dengan Elemen Hingga – SolidWorks Simulation

Thermal Analysis

Ada beberapa jenis perpindahan panas, yaitu: Konduksi, konveksi, dan radiasi. Setiap terjadi perpindahan panas, maka pasti ada perbedaan temperature. Panas berpindah dari temperature tinggi ke temperature yg lebih rendah. Temperatur merupakan besaran scalar, sedangkan heat flux merupakan besaran vector.

Perhitungan termal dapat dilakukan dengan elemen hingga. Besaran-besaran yang dipakai dalam perhitungan stress/gaya dapat dianalogikan ke besaran dan persamaan termal.

Pada simulasi kali ini, kita akan melihat distribusi temperature dan heat flux pada sebuah benda.

  1. Pre-processing

Benda tsb memiliki thermal conductivity sebesar 26 W/m C. pada bolongan di tengah, kita anggap dialiri fluida panas dengan Read the rest of this entry

Simulasi Defleksi pada Batang dengan Finite Element(2)

Setelah pada posting sebelumnya kita menghitung defleksi yang terjadi secara analitis/perhitungan disini, sekarang kita akan mensimulasikanya dengan Software FEA(Finite Element Analisys). Software yg saya gunakan di sini ialah SolidWorks Simulation.

Sebelum mensimulasi, terlebih dahulu dibuat modelnya tentunya. Karena data yg tersedia ialah EI sebesar 300 MNm2, di sini kita akan menggunakan data Modulus elastisitas(E) sebesar 2e+011 N/m2, berarti nilai area inersianya (I) ialah 1,5e-03 m4. Profil Batang yang kita gunakan ialah persegi, dengan rumus I=(s^4)/12. Sehingga kita dapatkan dimensi sisi persegi sebesar 0,366285 m dengan panjang 6m(dari data). Selanjutnya tinggal kita simulasikan; Read the rest of this entry

Pembuatan Mesh

Pembuatan mesh atau yg lebih dikenal dengan istilah meshing, merupakan salah satu langkah dalam pre-proccessing sebuah simulasi. Baik untuk simulasi struktural yg menggunakan Finite Element Method(FEM), maupun simulasi CFD yg umumnya menggunakan Finite Volume Method(FVM). Mesh ini sendiri berguna untuk membagi geometry dari model menjadi banyak elemen yg nantinya digunakan oleh solver untuk membangun volume kontrol.

Pada beberapa software FEA(Finite Element Analysis), dalam pengaturan pembuatan mesh, dijumpai opsi fine(halus) dan coarse(kasar). Fine mesh akan mengandung lebih banyak cell sehinga membentuk model yg halus. Bagaimana menentukan pilihan tsb? Fine mesh tentunya akan menghasilkan hasil perhitungan yang lebih akurat, karena persamaan dihitung pada jarak cell yang lebih rapat. Namun dengan membuat mesh semakin rapat (yg artinya akan semakin banyak jumlah cell yang dihitung) maka komputasi solvernya pun akan semakin lama. Pada penggunaan software yang lebih advance, meshing dilakukan Read the rest of this entry

Simulasi Defleksi pada Batang dengan Finite Element

Sebelum melakukan simulasi pembebanan pada sebuah batang, kita akan mencoba untuk menghitung defleksi yang terjadi secara teoritis/manual terlebih dahulu.

Ada sebuah batang dengan panjang 6 m, dengan nilai EI 300 MNm2. Kita akan mencari slope di sisi kiri dan di tengah batang tsb.

Pertama, selesaikan reaksi momen di sebelah kanan:

6 R1 = 30 x 4 + 2 x (6^2)/2

6 R1 =156 , R1= 26 kN

Total beban ke bawah ialah 30 + (6 x 2) = 42 kN

R2= 42 – 26 = 16 kN

Kemudian menghitung persamaan bending: Read the rest of this entry

Analisis Termal pada Heatsink dengan SolidWorks Flow Simulation

Distribusi Temperatur pada Heatsink GPU

Kondisi: Sebuah heatsink digunakan sebagai pendingin pada sebuah GPU (Graphics Processing Unit). GPU terbuat dari silicon bersuhu 330 K, sedangkan heatsink terbuat dari aluminum yang suhu awalnya 300 K. Diketahui suhu ruangan 300 K.

Tujuan: Mengetahui distribusi temperatur pada heatsink Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: