Arsip Blog

Pengaruh Sudut Inlet Secondary Air Terhadap Abrasion Rate dan Reaksi Pembakaran pada Boiler CFB dengan Simulasi CFD

Laporan Simulasi

SUMMARY

Boiler CFB banyak digunakan untuk PLTU skala kapasitas menengah dan besar. Boiler ini dinilai lebih efisien dibanding dengan tipe boiler lain. Boiler FCB ini amat rentan terhadap abrasi, seperti yang terjadi pada PLTU Tarahan yang juga menggunakan boiler tipe ini. PLTU Tarahan menggunakan bahan bakar batu bara dan pasir silika sebagai bed-nya. Pada saat pelaksanaan uji keandalan unit selama 30 hari secara terusmenerus, pada hari ke 26, telah terjadi kegagalan pada boiler CFB berupa bocornya water wall tube. Kebocoran tuk terjadi akibat dari erosi oleh material bed, yang terdiri dari pasir kuarsa, batu bara, limestone dan udara yang berada di ruang bakar. Kegagalan tersebut dapat dijadikan latar belakang dilakukannya simulasi aliran material bed dan mengkaji kemungkinan penyebab terjadinya erosi oleh material bed pada water wall tube.

Kata kunci : CFB, CFD, Abrasi, pembakaran

.

GENERAL

Objective
  1. Membuat simulasi permodelan pada boiler CFB
  2. Memperoleh desain letak inlet air dan solid material yang memiliki abrasion rate yang minimum.
  3. Mengetahui interaksi aliran dan energi antara gas panas hasil pembakaran bahan bakar, udara primer, udara sekunder, aliran batubara, dan aliran bed.
  4. Mengetahui distribusi temperature akibat pembakaran pada boiler.
  5. Mempelajari aliran fluida yang terjadi dalam boiler
  6. Mengetahui proses pembakaran barubara pada furnace
  7. Meningkatkan proses pembelajaran simulasi software bagi mahasiswa

Scope of Work

Report ini mencakup simulasi pada boiler CFB. Pada boiler type CFB terdapat 3 bagian utama yaitu:

1. FURNACE yang berfungsi sebagai tempat terjadinya pembakaran bahan bakar. Komponen yang terdapat di Furnace: Wall tube, Panel Evaporator, Panel Superheater .

2. CYCLONE yang berfungsi untuk memisahkan batubara yang belum terbakar dengan abu (ash) sisa pembakaran dan mengembalikannya ke Furnace. Komponen utama Cyclone: Cyclone, SealPot, Seal Pot Duct.

3. BACKPASS yang berfungsi sebagai ruang pemanfaatan kalor yang terdapat dalam flue gas. Komponen utama di Backpass: Finishing Superheater, Low Temperature Superheater, Economizer, dan Tubular Air Heater

Simulasi hanya dilakukan pada bagian furnace, karena Read the rest of this entry

Kunjungan ke PLN Engineering Jakarta

Beberapa waktu lalu kelas CFD dan FEM mengadakan ekskursi/kunjungan ke PT PLN Engineering. PT PLN Enjirining merupakan salah satu anak perusahaan dari PT PLN Persero. PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PT PLN Enjiniring) didirikan pada tahun 2002, dan bergerak di bidang consulting dan engineering solution di Indonesia. Tujuan dari perusahaan ini ialah untuk mengadakan hal seputar bisnis dan enjiniring, pengadaan dan konstruksi(EPC), operasi dan pemeliharaan baik dalam lingkup kelistrikan maupun tidak.

Cukup banyak hal yang di dapat dari kunjungan kami, dan benar-benar membuka wawasan saya mengenai menejemen pembangkitan energy di Indonesia. Narasumber (Bapak Ibrahim) yang merupakan project leader untuk beberapa proyek Pembangkit menuturkan, bahwa sebenarnya biaya pemeliharaan untuk sebuah pembangkit benar-benar mahal. Biaya tersebut di tanggung oleh PLN sebagai BUMN yang mengurusi pengadaan listrik di Indonesia. Biaya pemeliharaan sebuah PLTU bisa mencapai 70 milyar rupiah pertahun, dan pengeluaran terbesar ialah untuk penggantian part-part pembangkit. Hal ini merupakan salah satu sebab yg menjadikan PLN mengalami kerugian finansial, sebagaimana yang sempat beberapa kita dengar di warta berita (tentunya banyak factor lain yg menyebabkan kerugian PLN saat ini). Proyek PLN saat ini ialah membuat pembangkit skala kecil (3-15 MW) dan disebut sebagai Proyek Merah Putih. Kenapa disebut demikian? Karena diharapkan seluruh(atau sebagian besar) part/komponen dari Pembangkit ini berasal dari local content. Tentunya untuk Turbin dan generator, saying sekali, di Indonesia belum ada satupun perusahaan manufaktur yang dapat membuat kedua part ini. Untuk PT PLN sendiri, masih mengimpor dari China. Mengapa mengimpor dari china dan bagaimana kualitasnya? Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: