Arsip Blog

Do'a Untuk Gaza

Do'a Untuk Gaza

Mengapa Kita Peduli Palestina?

Karena bahwasannya setiap muslim itu bersaudara. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat:10)

Kehormatan, darah &harta kaum muslimin lebih mulia dari Ka’bah.
“Namun, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh kehormatan seorang mukmin jauh lebih besar di sisi Allah dibanding engkau(Ka’bah), baik kehormatan harta maupun darah (jiwa)nya” [HR Ibni Majah, Ash-Shahihah 3420]

Melihat derita muslimin di Palestina, terutama muslimin Ghazzah, akan semakin menambah kegalauan, kesedihan, dan kepedihan, akan musibah yang melanda muslimin di sana. Baik dengan terbunuhnya pejuang, anak-anak, dan wanita. Hancurnya bangunan, kampus, masjid-masjid, terlebih ‘dikuasainya’ masjidil Aqsha, dan pengusiran penduduk filisthin. Maka hati muslim mana yg tidak tergerak akan penderitaan saudaranya seperti ini? Jika mendengar Ka’bah akan dihancurkan, tentu seluruh kaum muslimin akan marah besar, seluruhnya akan memberikan suara, bantuan, dan tindakan apapun yg dapat mereka lakukan. Namun, mengapa masih ada diantara mereka yg tidak tergugah akan musibah saudara mereka di belahan bumi yg lain? padahal dalam hadits di atas Rasulullah mengatakan bahwa kehormatan kaum muslimin lebih tinggi dari kemuliaan bangunan Ka’bah itu sendiri. Mungkin kebanggaan sebagai seorang muslim telah hilang, atau mungkin Ukhuwah Islamiyah yg telah luntur yg tergantikan oleh fanatisme golongan dan kesukuan.

Mari kita membantu saudara-saudara kita sesuai dengan kemampuan kita, baik dalam bentuk materil ataupun moril. Mari bantu saudara kita dengan doa pada waktu-waktu mustajab, sepertiga malam terakhir. Kita bantu saudara-saudara kita dengan doa dalam sujud. Kita membantu saudara-saudara kita dengan doa saat kita berdzikir dan menghadap Allah. Semoga Allah menolong kaum muslimin yang lemah, membebaskan kaum muslimin dari cengkraman tangan-tangan zhalim, mengokohkan hati mereka dengan aqidah yang haq, serta menolong mereka terhadap musuh mereka, musuh Allah, dan musuh kaum muslimin.

dan doa ini akan senantiasa terpanjat dalam sholatku..,

اللهم انصر إخواننا المسلمين والمجاهدين في فلسطين و في كل مكان

“Ya Allah, tolonglah saudara2 kami sesama muslim dan para mujahidin di Palestina dan yang tersebar di setiap tempat”

Iklan

Obat GALAU: Jadilah Penghafal Qur'an!

Fenomena nge-galau sekarang memang sedang jadi trend di kalangan remaja. Istilah “galau” pun jadi ramai di status banyak pengguna jejaring sosial. Fenomena galau ini pun menimbulkan efek-efek negatif, misalnya menimbulkan sikap pasrah, menikmati kesedihan, emosional, dan tenggelam dalam kegalauannya. Ada ga sih cara untuk menghilangkan rasa galau ini?

Ternyata, ada lho do’a untuk mengusir kegalauan yg diajarkan oleh Nabi kita –shallaallahu ‘alaihi wa sallam-, yaitu;

اللهم اجعل القرآن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همي

Allohummaj’alal qur’aana robii’a qolbii, wa nuuro shodrii,  wa jalaa-a huznii, wa zahaaba hammii..

“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku, dan pelipur kesedihanku, serta pelenyap bagi kegelisahanku …”[1]

Dengan do’a di atas, Read the rest of this entry

Keutamaan Wirid Sebelum Tidur

http://coffee-m.exteen.com/

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Sholawat serta salam semoga tercurah pada Rasulullah beserta keluarga, shahabat, dan pengemban sunnah beliau.

Tidur merupakan kebutuhan pokok setiap manusia dan telah Allah jadikan tidur kita untuk beristirahat, mengembalikan kekuatan dan energi yang telah terpakai pada siang hari. Sebagaimana firman Allah,

“dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,”(QS.An-Naba:9)

Ketika seseorang sedang tidur, sesungguhnya ia sedang diwafatkan oleh Allah ta’ala. Maksud wafat disini yaitu wafat sughra (wafat kecil), karena ketika seorang tidur, ruh orang tersebut diangkat sementara oleh Allah dari jasadnya. Kemudian ketika ia terbangun dari tidurnya, ruhnya dikembalikan oleh Allah ke jasadnya seperti semula. Namun, pernahkah terpikirkan oleh kita ketika kita tidur dan ruh kita diangkat oleh Allah, Allah tidak mengembalikan ruh ke jasad kita? Pernah kita mendengar kabar akan seseorang yang tidur kemudian ia meninggal di tempat tidurnya, akankah hal itu terjadi pula pada diri kita? Tidur yang pada hakikatnya merupakan Wafatus Sughra, berubah menjadi Wafatul Kubra (wafat besar/ meninggal dunia). Sudahkah kita siap bila ruh ini tidak dikembalikan lagi ke jasadnya selagi kita tidur? Oleh  karena itu ikhwahti fillah, persiapkanlah dengan persiapan yang sebaik-baiknya. Alangkah indahnya saat malaikat maut datang menjemput disaat kita terlelap, diri ini telah siap untuk dijemput menghadap Sang Pencipta, Allah ‘azza wajalla.

Berikut merupakan dzikir/ bacaan sebelum tidur yang di dalamnya terdapat doa-doa yang warid dari Rasulullah, yang dimana doa-doa tersebut menggambarkan penyerahan diri, ketawakkalan, dan keikhlasan seorang hamba kepada Rabb nya. Semoga dapat kita amalkan dalam keseharian kita.

download mp3 dzikr sebelum tidur:  Syaikh Misyari Rasyid-Dzikr sebelum tidur

Adzkarun Naum:

1. Mengumpulkan dua tapak tangan. Lalu ditiup dan dibacakan Qul huwal-lahu ahad, Qul a’uudzu birabbil falaqi dan Qul a’uudzu birabbin naas. Kemudian dengan dua tapak tangan mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengannya. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan tiga kali. [HR. Al-Bukhari 9/62 dengan Fathul Baari dan Muslim 4/1723]

2. Barangsiapa membaca dua ayat tersebut (Al-Baqarah (2): 385-386) pada malam hari, maka dua ayat tersebut telah mencukupkan-nya.” [HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 9/94 dan  Muslim 1/554]

3.

بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Dengan nama Engkau, wahai Tuhanku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan namaMu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi, apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih.”[HR. Al-Bukhari 11/126, Muslim 4/2084.]

4.

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ خَلَقْتَ نَفْسِيْ وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ

“Ya Allah! Sesungguhnya Engkau menciptakan diriku, dan Engkaulah yang akan mematikannya. Mati dan hidupnya hanya milikMu. Apabila Engkau menghidupkannya, maka peliharalah. Apabila Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepadaMu keselamatan.”[HR. Muslim 4/2083, Ahmad  2/79] Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: