Arsip Blog

Secret Sins, Dosa Rahasia

SECRET GOOD DEEDS OR SECRET BAD DEEDS?

kabairJika melihat salafunash shalih(pendahulu kita yang sholih) rahimahumullaah, mereka memiliki amal baik yang sirriyah(rahasia) yang hanya ia dan Allah Ta’ala yang mengetahuinya. Misalnya saja Abu Bakar radhiallahu’anhu yang merawat dan memenuhi kebutuhan wanita badui yang buta setiap harinya. ataupun Ayub As-Sikhtiyaniy yang berpura-pura menggeliat dan mengeraskan suara ketika bangun tidur seakan baru bangun(padahal sebelumnya ia melaksanakan sholat malam). Atau Ali bin Al Husain yang tiap malam memanggul dan membagikan karung makanan (hingga punggungnya menghitam, dan baru diketahui saat kematiannya). Dan berbagai kisah lain yang menunjukkan mereka menyembunyikan amalannya baik sholat sunnah, shoum, shodaqoh, do’a, dan tangisan mereka di hadapan manusia. Berkata Zubair bin ‘Awwam, “Barangsiapa yang mampu menyembunyikan amalan sholihnya, maka lakukanlah!”

Muslim saat ini, terutama pemudanya, banyak dari mereka memiliki amalan rahasia. Namun apakah amalan baik yang rahasia? Tidak, melainkan secret sins, dosa(amal buruk) rahasia/tersembunyi yang mereka lakukan. Rasa pengagungannya pada manusia melebihi pengagungan pada Allah. Ia menjadi musuh syaithan di saat keramaian, namun menjadi kawan mereka di dalam kesendirian. Read the rest of this entry

Iklan

Sebuah Renungan Untuk Tidak Hanyut dalam Dosa

Pernah tenggelam..? Pernah hanyut di sungai..? Jika Anda mengalaminya, apa yang akan anda lakukan?

Terlelap dalam air, terombang-ambing oleh ombak, hanyut dalam airan yang deras,  apa yang akan anda lakukan? tentu kita ingin menyelamatkan diri. Memang sudah fitrah bagi manusia jika terhanyut di sungai, akan berusaha untuk meyelamatkan diri. Mencari pegangan batu,  ataupun ranting pohon, bahkan rumput pun akan kita pegang, padahal menurut logika singkat kita, rumput tersebut tidak bisa menahan tubuh kita yang berat. Namun kenapa kita tetap melakukannya? Karena kita yakin bahwa arus tersebut akan membinasakan kita, mencelakakan kita.

Pernah berdosa? Tentunya kita akan mengatakan pernah, karena manusia adalah tempat, wadah, penampung dosa, dan berbuat salah, tetapi yang terbaik ialah yang mau bertaubat. Ketika kita berdosa, terjerumus pada sesuatu yang buruk, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita biarkan saja mengalir seperti itu? Hanyut dalam lembah kenistaan, terombang-ambing dalam lembah keburukan yang membuat Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: