Arsip Blog

Ketindihan, Gangguan Jin kah?

Bismillahirrahmaanirrahiim

Tulisan kali ini tulisan ringan, dan sekedar sharing mengenai yg disebut ‘tindihan’ atau erep-erep, atau apalah namanya. Yang jelas terkadang terjadi ketika kita sedang tidur. Pernahkah terbangun dari tidur dalam keadaan kita ga bisa menggerakkan anggota tubuh? Seperti seolah ada yang menindih tubuh kita sehingga tubuh tidak bisa digerakkan, meskipun sudah mengeluarkan tenaga sekuat-kuatnya. Biasanya tindihan ini memang dikaitkan dengan hal mistis, seperti gangguan jin. Karena biasanya orang yang mengalami hal ini mengalami rasa takut yang besar, ataupun bahkan sampai melihat sosok-sosok menyeramkan. Sebenarnya fenomena ini dapat dijelaskan secara ilmiah, bahasa kerennya itu Sleep Paralysis (Lumpuh Tidur). Nah Sleep Paralysis ini terjadi pada saat tubuh berada pada fase Rapid Eye Movement (REM). Pernahkan kita melihat orang tidur bola matanya gerak-gerak? Disitulah terjadi fase ini. Pada fase ini pula biasanya kita mengalami yang namanya mimpi.

Bagaimana bisa terjadi yang namanya ‘tindihan’?

Tubuh kita memang telah Allah ta’ala desain dengan sedemikian rupa. Ketika kita tidur, pada saat mencapai suatu fase, tubuh akan mematikan/memutus hubungan saraf motorik(somatik) dengan otak kita, sehingga tubuh kita tidak dapat bergerak. Read the rest of this entry

Iklan

Keutamaan Wirid Sebelum Tidur

http://coffee-m.exteen.com/

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Sholawat serta salam semoga tercurah pada Rasulullah beserta keluarga, shahabat, dan pengemban sunnah beliau.

Tidur merupakan kebutuhan pokok setiap manusia dan telah Allah jadikan tidur kita untuk beristirahat, mengembalikan kekuatan dan energi yang telah terpakai pada siang hari. Sebagaimana firman Allah,

“dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,”(QS.An-Naba:9)

Ketika seseorang sedang tidur, sesungguhnya ia sedang diwafatkan oleh Allah ta’ala. Maksud wafat disini yaitu wafat sughra (wafat kecil), karena ketika seorang tidur, ruh orang tersebut diangkat sementara oleh Allah dari jasadnya. Kemudian ketika ia terbangun dari tidurnya, ruhnya dikembalikan oleh Allah ke jasadnya seperti semula. Namun, pernahkah terpikirkan oleh kita ketika kita tidur dan ruh kita diangkat oleh Allah, Allah tidak mengembalikan ruh ke jasad kita? Pernah kita mendengar kabar akan seseorang yang tidur kemudian ia meninggal di tempat tidurnya, akankah hal itu terjadi pula pada diri kita? Tidur yang pada hakikatnya merupakan Wafatus Sughra, berubah menjadi Wafatul Kubra (wafat besar/ meninggal dunia). Sudahkah kita siap bila ruh ini tidak dikembalikan lagi ke jasadnya selagi kita tidur? Oleh  karena itu ikhwahti fillah, persiapkanlah dengan persiapan yang sebaik-baiknya. Alangkah indahnya saat malaikat maut datang menjemput disaat kita terlelap, diri ini telah siap untuk dijemput menghadap Sang Pencipta, Allah ‘azza wajalla.

Berikut merupakan dzikir/ bacaan sebelum tidur yang di dalamnya terdapat doa-doa yang warid dari Rasulullah, yang dimana doa-doa tersebut menggambarkan penyerahan diri, ketawakkalan, dan keikhlasan seorang hamba kepada Rabb nya. Semoga dapat kita amalkan dalam keseharian kita.

download mp3 dzikr sebelum tidur:  Syaikh Misyari Rasyid-Dzikr sebelum tidur

Adzkarun Naum:

1. Mengumpulkan dua tapak tangan. Lalu ditiup dan dibacakan Qul huwal-lahu ahad, Qul a’uudzu birabbil falaqi dan Qul a’uudzu birabbin naas. Kemudian dengan dua tapak tangan mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengannya. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan tiga kali. [HR. Al-Bukhari 9/62 dengan Fathul Baari dan Muslim 4/1723]

2. Barangsiapa membaca dua ayat tersebut (Al-Baqarah (2): 385-386) pada malam hari, maka dua ayat tersebut telah mencukupkan-nya.” [HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 9/94 dan  Muslim 1/554]

3.

بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Dengan nama Engkau, wahai Tuhanku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan namaMu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi, apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih.”[HR. Al-Bukhari 11/126, Muslim 4/2084.]

4.

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ خَلَقْتَ نَفْسِيْ وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ

“Ya Allah! Sesungguhnya Engkau menciptakan diriku, dan Engkaulah yang akan mematikannya. Mati dan hidupnya hanya milikMu. Apabila Engkau menghidupkannya, maka peliharalah. Apabila Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepadaMu keselamatan.”[HR. Muslim 4/2083, Ahmad  2/79] Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: