Arsip Blog

Berjalanlah Selangkah Demi Selangkah

jalan allah panjang

Berkata Syaikh al-Albaniy -rahimahullah-; “Jalan Allah itu Panjang, akan tetapi Kita Menempuhnya layaknya Kura-Kura. dan tujuannya bukanlah dengan engkau sampai pada ujung jalannya, tetapi tujuannya ialah dengan engkau mati di atas jalan tersebut.”

Bagi kita yang menisbatkan diri pada ilmu, dengan menjadi seorang penuntut ilmu syar’i, para ulama salaf lah yang menjadi sosok panutan. Bila melihat para imam kaum muslimin; Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan para ulama lainnya –rahimahumullahu jami’an. Diri ini melihat sosok-sosok yang luar biasa, yang memiliki pemahaman yang mendalam, hafalan yang amat kuat, dan keistiqomahan dalam memegang kebenaran. Mereka telah hafal al Qur’an sejak kecil, hafal ribuan hadits, dan menguasai seluruh cabang-cabang ilmu syar’i.

Bagi kita yang hidup di akhir zaman seperti ini, saat fitnah kian deras menerpa hamba yang mencoba beriltizam untuk senantiasa berada di atas al haqq. Mungkin ringan bagi sebagian orang yang Allah berikan nikmat padanya, untuk mengkhatamkan(menghafal) al Qur’an, ribuan hadits, matan-matan ilmiah para ulama. Namun banyak dikalangan penuntut ilmu syar’i yang kesulitan atau bahkan jauh dari hal ini. Terutama yang hidup di lingkungan yang tidak mendukungnya untuk merealisasikan hal tersebut, hidup di lingkungan kampus sekuler, tempat kerja yang masih terdapat ikhtilath, ataupun para tetangga/masyarakat yang mengumbar aurat&maksiat. Tetapi itulah resiko para penggenggam bara api sunnah, ia hidup dan menyebar di tengah masyarakat namun dalam keterasingan.

Ingatlah kawan, yang diwajibkan atas kita ialah mempelajari dan mengamalkan syari’at semampu kita, secara bertahap sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah, diiringi keikhlasan dalam hati, hingga ajal menanti. Semoga kita meninggal setelah baru saja menghafal dan memurajaah al Qur’an, saat baru saja menghafal hadits-hadits Nabi. Meninggal ketika sedang memangku kitab-kitab para Ulama (setelah baru saja membacanya).

Demikian, sebuah perkataan emas dari seorang ulama rabbaniy yang penting untuk kita renungi. Bahwa amal yang sedikit namun berkelanjutan itulah amal yang paling Allah cintai. Semoga Allah berikan kita keistiqomahan untuk senantiasa berada di atas ash-shiraath al-mustaqiim.. Aamiin

Curhatan Rakyat Kecil soal Pemblokiran Jalan/Rel

sumber: merdeka.com

Jika awal Desember kemarin terjadi pemblokiran tol yang dilakukan oleh buruh (yang menyebabkan macet hingga 18km), baru-baru ini, paguyuban pedangang Kios stasiun KA dan mahasiswa melakukan pemblokiran rel KRL di stasiun Pocin(Pondok Cina). Pemblokiran ini merupakan puncak aksi penuntutan hak para pedagang kios stasiun yang mengalami penggusuran oleh PT.KAI

Pemblokiran jalan maupun rel, jelas merugikan orang banyak. Dan orang banyak itu termasuk orang yang diambil haknya, alias terzholimi. Dari ribuan orang yang merasa terzholimi dari aksi pemblokiran tersebut, pastinya -hampir- semua merasa kesal, ada yang kekesalannya dipendam di hati, tapi tidak sedikit yang keluar melalui lisan. Ada yang mengungkapkan kekesalan melalui celaan, ‘nyumpahin’, ataupun doa. Untuk dua terakhir ini perkara yang berat. Ingat kan hadits yang menyebutkan bahwa doa orang yang terzholimi itu mustajab/dikabulkan? Yaitu: “…dan berhati-hatilah dari doanya orang yang terzalimi; karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara dia dengan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Untuk para buruh, bagaimana jika ada puluhan orang yang kesal dan berdoa; “biar rezekinya ga turun! Ngerepotin orang sih..” Untuk para pedagang, bagaimana jika ada puluhan orang yang berdoa; “Semoga dagangannya ga laku ..” dan untuk mahasiswa, bagaimana jika ada puluhan orang yang berdoa; “semoga di DO Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: