Arsip Blog

Biar Ga Isbal, tapi Tetep Gaul

Image

Semua dari kita ingin berpenampilan keren, modis, gaul, dan sebagainya. Memang penampilan itu penting, karena manusia banyak menilai orang dari ‘cover’nya, dan wajib pula bagi setiap muslim untuk berpenampilan baik dan rapih, karena Allah Ta’ala itu indah dan mencintai keindahan. Namun ada beberapa adab dalam berpakaian dan berpenampilan yang perlu diperhatikan, salah satunya ialah TIDAK ISBAL.

Kondisi masyarakat kampus yang heterogen memang menuntut kita untuk bisa menyesuaikan diri, karena banyak yang belum terbiasa atau mungkin memandang miring para ‘cingkrangers’. Maka agar tetap gaul, tetap berbaur tapi tidak melebur, laksanakan perintah Nabi kita sebatas kemampuan kita. Celana boleh kita julurkan MAKSIMAL sampai mata kaki, dan itu lebih selamat dan lebih baik. Karena terlalu tidak isbal (artinya celana hingga pertengahan betis) pun ditakutkan akan menjadi libas syuhroh yg dilarang, yaitu pakaian yg nyentrik yang menjadi bahan pembicaraan negatif di masyarakat. So, tetap berpenampilan menarik tapi sesuai Syari’at! :)

*Isbal= menjulurkan pakaian melebihi mata kaki.

pembahasan seputar isbal bisa dibaca di sini http://addariny.wordpress.com/2009/05/19/ada-apa-di-balik-isbal/

Curhatan Rakyat Kecil soal Pemblokiran Jalan/Rel

sumber: merdeka.com

Jika awal Desember kemarin terjadi pemblokiran tol yang dilakukan oleh buruh (yang menyebabkan macet hingga 18km), baru-baru ini, paguyuban pedangang Kios stasiun KA dan mahasiswa melakukan pemblokiran rel KRL di stasiun Pocin(Pondok Cina). Pemblokiran ini merupakan puncak aksi penuntutan hak para pedagang kios stasiun yang mengalami penggusuran oleh PT.KAI

Pemblokiran jalan maupun rel, jelas merugikan orang banyak. Dan orang banyak itu termasuk orang yang diambil haknya, alias terzholimi. Dari ribuan orang yang merasa terzholimi dari aksi pemblokiran tersebut, pastinya -hampir- semua merasa kesal, ada yang kekesalannya dipendam di hati, tapi tidak sedikit yang keluar melalui lisan. Ada yang mengungkapkan kekesalan melalui celaan, ‘nyumpahin’, ataupun doa. Untuk dua terakhir ini perkara yang berat. Ingat kan hadits yang menyebutkan bahwa doa orang yang terzholimi itu mustajab/dikabulkan? Yaitu: “…dan berhati-hatilah dari doanya orang yang terzalimi; karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara dia dengan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Untuk para buruh, bagaimana jika ada puluhan orang yang kesal dan berdoa; “biar rezekinya ga turun! Ngerepotin orang sih..” Untuk para pedagang, bagaimana jika ada puluhan orang yang berdoa; “Semoga dagangannya ga laku ..” dan untuk mahasiswa, bagaimana jika ada puluhan orang yang berdoa; “semoga di DO Read the rest of this entry

Masalah Mahasiswa dalam Belajar Tajwid

tahsin tajwid quranBelajar tajwid(tahsin) merupakan sebuah hal yang utama dan mulia. Banyak keutamaan di dalamnya. InsyaAllah setiap kita telah hafal sebuah hadits;

sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya.”[HR.Bukhari]

Juga keutamaan-keutamaan lainnya dalam mempelajari al-Qur’an seperti; Memberi Syafaat pada hari kiamat, Mendapat derajat yang tinggi, Mendapat ketenangan, rahmat, & dibanggakan Allah, mendapat Pahala yang berlipat, menjadi keluarga Allah, dsb.

Namun dalam dunia kampus, terkhusus mahasiswa, pembelajaran al-Qur’an memiliki beberapa kendala. Sekedar repost dari catatan saya, disampaikan oleh Ust Arham Ahmad,Lc. menurut pengalaman beliau selama berinteraksi dengan mahasiswa (baik di UNESA, ITS, dan UI).

1. Niat yang kurang ikhlas. Banyak mahasiswa yang belajar tajwid untuk mencari prestise. Dengan mengharapkan label “pernah belajar tahsin” ataupun menjadi imam masjid/mushola fakultas. Niat-niat semacam ini yang nantinya malah memperberat sanksi kita dihadapan Allah kelak. Ada juga yang ikut tahsin sebatas coba-coba saja, cari pengalaman, sehingga bergelar Ph.D (petualang halaqoh dan Read the rest of this entry

5 Sebab Terbesar Mahasiswa Futur Dari Manhaj

Untukmu yang sudah “ngaji”;

Tulisan ini sekedar reposting dari Ammi Ahmad Alawi, yang menyebutkan sebab dari fenomena banyaknya mahasiswa yang futur dan menjauh dari manhaj. Teringat sebuah nasihat, “Tidaklah sulit untuk hidup di atas sunnah, yg sulit ialah untuk mati di atasnya.” :'(

_________________

jalan sunnahMahasiswa identik dengan sosok muda yang energik, idealis, pintar, cerdas, intelek, kritis, dan potensial. Sehingga mahasiswa selalu dianggap sebagai ikon perubahan serta sumber daya manusia yang luar biasa.

Namun, di balik itu semua, mahasiswa sebenarnya juga tak lebih dari sekumpulan anak muda yang rentan terjatuh dalam penyimpangan dan kerusakan. Jiwa muda selalu menuntut mereka untuk mencari jati diri. Ditambah lagi dengan kegelisahan batin serta gejolak psikologi yang tidak menentu, menjadikan mahasiswa seolah berada di antara 2 cuaca: panas dingin.

Kita bersyukur kepada Allah, pada hari ini semangat para pemuda (mahasiswa) untuk mempelajari Islam dengan manhaj Salaf telah tumbuh sangat pesat dan signifikan. Di seantero negeri ini, telah banyak kajian Islam Manhaj Salaf yang alhamdulillah selalu ramai dengan para pemuda (mahasiswa).

Namun, harus pula diakui, seiring bertambah pesatnya para mahasiswa yang sudah mau mengaji ilmu sunnah, seiring itu banyak pula para mahasiswa yang berguguran dari manhaj Read the rest of this entry

Seminar: Islam itu Ilmiah 2012

Assalamu’alaykum warahmatullah,

Untuk teman-teman Mahasiswa Baru, periode awal masuk kampus adalah pintu gerbang yang menentukan langkah kepada masa depan teman-teman. Berbagai pintu tersedia dan telah dibuka selebar-lebarnya. Dari mulai pintu yang mengajak kepada kebaikan hingga keburukan. Setiap kelompok berlomba untuk menghiasi pintu-pintu mereka dalam rangka menawarkan ideologi mereka masing-masing. Untuk terhindar dari ideologi yang menyimpang diantara ragam pemikiran Islam, tentunya dengan ilmu, dengan mengumpulkan berbagai referensi baik dari artikel, buku, maupun menghadiri kajian keIslaman.

Maka FKI UI mengadakan Seminar Sehari bertema: “Liberalisme dan Radikalisme: Sebuah Tantangan Mahasiswa Akhir Zaman” dengan tujuan untuk memfasilitasi teman-teman, agar mendapat gambaran yang menyeluruh terhadap dua ideologi yang ekstrim ini, baik ekstrim kiri(Islam liberal) juga ekstrim kanan(islam radikal), dan bagaimana solusinya.

Yuk ikutan! :)

i3 (Islam Itu Ilmiah) 2012

Berilmu yang Amaliah, Beramal yang Ilmiah

Waktu: Sabtu, 3 November 2012

Tempat: Pusat Studi Jepang, Kampus UI, Depok.

SESI 1: pukul 09.00-12.00 WIB
“Membedah Akar Liberalisme Dan Radikalisme”
Pembicara: Ustadz Ali Saman Hasan,M.A. & Ustadz Ibnu Saini,Lc.

SESI 2: Pukul 13.00-15.00 WIB
“Liberalisme&Radikalisme: Tantangan Akhir Zaman”
Pembicara: Ustadz Amri Azhari,Lc. & Ustadz Kurnaedi,Lc.

REGISTRASI:
via sms: i3#nama lengkap#fakultas#angkatan#univ
contoh: i3#Ahmad Ihsan#teknik#2012#UI
kirim ke: 089630378932(putra), 085692481959(putri)

atau

-via web: mengisi form di sini

Contact Person
08561942216 (Putra)
085723154282(putri)

FREE Entry, snack, lunch, doorprize, &seminar kit*
peserta terbatas!

Organized by:
FKI UI (Forum Kajian Islam Univ.Indonesia)

%d blogger menyukai ini: