Arsip Blog

Perhitungan Pembebanan Pada Poros

Shaft

Shaft (poros) adalah elemen mesin yang digunakan untuk mentransmisikan daya dari satu tempat ke tempat lainnya. Daya tersebut dihasilkan oleh gaya tangensial dan momen torsi yang hasil akhirnya adalah daya tersebut akan ditransmisikan kepada elemen lain yang berhubungan dengan poros tersebut. Poros juga merupakan suatu bagian stasioner yang beputar, biasanya berpenampang bulat dimana terpasang elemen-elemen seperti roda gigi (gear), pulley, flywheel, engkol, sprocket dan elemen pemindah lainnya. Poros bisa menerima beban lenturan, beban tarikan, beban tekan atau beban puntiran yang bekerja sendiri-sendiri atau berupa gabungan satu dengan lainnya.

Jenis-Jenis Poros

A. Berdasarkan pembebanannya

  • Poros transmisi (transmission shafts)

    Poros transmisi lebih dikenal dengan sebutan shaft. Shaft akan mengalami beban puntir berulang, beban lentur secara bergantian ataupun kedua-duanya. Pada shaft, daya dapat ditransmisikan melalui gear, belt pulley, sprocket rantai, dll.

  • Poros Gandar

    Poros gandar merupakan poros yang dipasang diantara roda-roda kereta barang. Poros gandar tidak menerima beban puntir dan hanya mendapat beban lentur. Read the rest of this entry

Iklan

MESIN CINTA LINGKUNGAN

intro: Jaman maba dulu, ketika PSAD (kalo ga salah akronim dari Pengenalan Sistem Akademik Departemen) ada temen yg nanya ke senior tentang hubungan antara anak Mesin dengan anak Lingkungan. dan jawaban itu senior ga perlu dibahas lah ya di sini, yg jelas salah satu jawabannya dia bilang kalau mesin cinta lingkungan. nah yg bakal disinggung dikit di tulisan kali ini itu sedikit makna denotasi dari “mesin cinta lingkungan” :D

mechanical-environmentalBanyak yg menganggap(dan memang realitanya) kalau mechanical engineering itu ilmu yg paling dominan menyebabkan kerusakan lingkungan saat ini, karena mechanical process erat sekali hubungannya dengan perpindahan panas, noise/kebisingan, dan polutan yg berdampak pada tanah, air, dan udara. Ambil contoh Mesin Carnott (mesin kalor) yg menguras sumber daya alam sebagai bahan bakarnya, juga menghasilkan delta temperatur yg besar antara system dengan lingkungan (yg berperan besar dalam menciptakan global warming), menghasilkan kebisingan, serta menghasilkan NOx, CO, dsb sebagai polutan. Tapi tanpa adanya mesin kalor ini apakah renaissance dan kemajuan industri akan ada dan berkembang sampai saat ini? Juga tanpa adanya mesin-mesin ini, apakah kita saat ini dapat dengan sangat mudah bertransportasi/berpindah dari suatu tempat ke tempat yg lain? :)

Environmental impact merupakan salah satu concern Mechanical Engineering saat ini. Kami mempelajari efek yg dihasilkan proses tersebut, kemudian bertindak untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan. misalnya dengan menggunakan CFD utk melihat efek dinamika fluida dari gas buang, atau pembuangan air condenser ke lingkungan. Juga mengefisiensikan source yg dibutuhkan utk sebuah proses heating, cooling, condensing, refrigerating, air conditioning, dll., dan melakukan energy audit pada sistemnya. Contoh lainnya ialah dengan peningkatan efisiesi pada mesin bakar, salah satu caranya ialah dengan merekayasa mesin sehingga punya rasio kompresi yang tinggi yg dapat mengurangi emisi, mengurangi flame temperature(yg otomatis mengurangi heat transfer ke lingkungan), dan meningkatkan daya mesin itu sendiri. Mechanical engineers juga membangun fasilitas pengolahan solid waste, dan bekerja di lingkup yg berhubungan dengan reduce, recycling, resource recovery, dan konversi waste-to-biomass energy. Juga merekayasa mesin konversi-konversi energi lainnya yg mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fossil.

Sekian, cmiiw

♥Mechanical Engineering, sebatas tulisan untuk membangkitkan(lagi) semangat kuliah..

%d blogger menyukai ini: