Arsip Blog

Jika Engkau Menikah Nanti

rings marry its sunnahBila engkau telah menikah nanti…

Jadilah teladan dalam rumah tangga. Didiklah istrimu dengan baik, sebab dialah yang akan menjadi sekolah pertama bagi anak-anakmu. Ajari ia tentang kewajiban-kewajiban agama, dan jangan biarkan ia melanggar larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya. Jagalah kemuliaan dan kehormatannya. Ajari ia agar menjauhi ikhtilath (bercampur baur dengan laki-laki yang bukan mahramnya) dan juga tabarruj (Bersolek di depan orang lain selain dirimu). Jangan biarkan ia meninggalkan istana kecilmu tanpa menutup aurat. Jagalah agar jangan sampai ia terjerumus dalam kerusakan akhlak dan agama. Berlemah lembutlah terhadapnya, karena Islam telah menempatkan kedudukan wanita pada martabat yang tinggi.

Bila engkau menikah nanti…

Jangan sekali-kali engkau ingin diperlakukan seperti raja dalam “istana”. Disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan. Jika itu kau lakukan, maka ”istanamu” tidak akan langgeng. Tapi pahami ia, dan ajari dia bagaimana menjadi istri yang baik, niscaya dia akan memperlakukanmu lebih dari yang kau inginkan. Istrimu bukanlah seorang Hajar, bukan juga seorang Maryam, bukan pula seorang Aisyah, Apalagi Khadijah. Read the rest of this entry

Iklan

Cinta Karena Allah?

pink egg love

Tulisan ini untuk para pecinta, yang hatinya terbawa pada syahawat berbalut syubuhat..

Katanya sih cinta itu tabiat yang pasti ada pada setiap diri manusia. Jatuh cinta pada si akhi atau si ukhti, yang katanya mendekatkan diri pada ilahi. Katanya sih mau menjaga hati, agar jangan hati terpaut dan mengurangi keimanan si dia tanpa ia sadari..

Ngakunya sih cinta si dia karena Allah,
Kalau dia sms langsung dibales, kalau dia chatting langsung direspon. Tapi kok ketika adzan(panggilan Allah), ke masjidnya malas-malasan. Ketika da’wah membutuhkannya, ia menghilang(?)

Ngakunya sih suka si dia karena Allah,
Kalau ngobrol sama dia excited banget. Kalau dia cerita, dengan seksama menyimak. Tapi kok ketika sholat(saat berbicara pada Allah), malah seolah beban. Ketika mambaca Qur’an(saat Allah berbicara kepada kita) kok malah jarang-jarang..

Ngakunya sih sayang si dia karena Allah, Tapi kok malah mau diungkapkan. Malah mau menuntunnya pada kemurkaan..

Ingat perkataan ini!:
Tidak Mungkin seseorang bisa mencintai orang lain karena Allah, kalau dia tidak mencintai Allah melebihi apapun..” [Ust Abdullah Taslim, MA]

Jika memang cinta dia karena Allah, sedang diri belum mampu untuk memberi kepastian (dengan pernikahan), maka simpan dalam-dalam perasaan tersebut, dan ENYAHKAN jika engkau mampu. Sekedar saran, karena cinta yang prematur, yang tidak dilandasi oleh ikatan syari’at hanya akan membawamu pada penyakit hati yang bernama kerinduan..

Patut dibaca nih kawan; http://almanhaj.or.id/content/2074/slash/0/terapi-rasulullah-dalam-penyembuhan-penyakit-al-isyq-cinta/

Keep Saying Hamdalah

Keep Saying Hamdalah

Kita wajib bersyukur atas segala yg ada pada diri kita saat ini. Bahwa kita masih lebih baik daripada mereka;

Mereka yang tidak ada di dalam hatinya sebesar zarrah pun keimanan.,

Mereka yang belum merasakan manisnya mengenal dan hidup di atas kesederhanaan Sunnah sehingga masih berlelah-lelah dalam bid’ah.,

Mereka yang tidak dianugrahi rasa qona’ah dalam hatinya sehingga btergopoh-gopoh untuk mengejar dunia yang fana dan melupakan akhirat dengan segala kekekalannya.,

Mereka yang telah Allah panggil orang tuanya, entah satu ataupun keduanya sehingga tidak dapat melaksanakan baktinya secara sempurna.,

Mereka yang hidup dalam kesempitan ekonomi sehingga berjuang keras untuk menyambung asa, sedang kita di sini dapat berinternet ria.,

Oleh karena itu kita diperintahkan untuk senantiasa bersyukur dan mengucapakan, “Alhamdulillaah ‘alaa kulli haal.” Segala puji bagi Allah atas segala yg kita dapatkan saat ini. Entah kita merasa menghargai sesuatu tsb, atau pun meremehkannya..

Semangat Pagi!! :)

Obat GALAU: Jadilah Penghafal Qur'an!

Fenomena nge-galau sekarang memang sedang jadi trend di kalangan remaja. Istilah “galau” pun jadi ramai di status banyak pengguna jejaring sosial. Fenomena galau ini pun menimbulkan efek-efek negatif, misalnya menimbulkan sikap pasrah, menikmati kesedihan, emosional, dan tenggelam dalam kegalauannya. Ada ga sih cara untuk menghilangkan rasa galau ini?

Ternyata, ada lho do’a untuk mengusir kegalauan yg diajarkan oleh Nabi kita –shallaallahu ‘alaihi wa sallam-, yaitu;

اللهم اجعل القرآن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همي

Allohummaj’alal qur’aana robii’a qolbii, wa nuuro shodrii,  wa jalaa-a huznii, wa zahaaba hammii..

“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku, dan pelipur kesedihanku, serta pelenyap bagi kegelisahanku …”[1]

Dengan do’a di atas, Read the rest of this entry

Download Jeda Radio RODJA

Siapakah yang Menyuruhmu Untuk Berhijab?
http://mp3.radiorodja.com/files/KUMPULAN_JEDA/jeda_Rodja38_Siapakah_yang_menyuruhmu_untuk_berjilbab.mp3%20

Kematian/maut
http://mp3.radiorodja.com/files/KUMPULAN_JEDA/jeda%20rodja35_almaut.mp3%20

Ibu
http://mp3.radiorodja.com/files/KUMPULAN_JEDA/jeda%20rodja43_Ibu.mp3%20

Shalat Tahajjud
http://mp3.radiorodja.com/files/KUMPULAN_JEDA/jeda%20Rodja58_Shalat%20tahajjud.MP3%20

Apa itu Bid’ah?
http://mp3.radiorodja.com/files/KUMPULAN_JEDA/Jeda_Rodja_Apa_itu_Bid_ah.mp3%20

Waspadai Agama Syi’ah!
http://mp3.radiorodja.com/files/KUMPULAN_JEDA/Jeda%20Rodja_Waspadai_Agama%20_Syiah.mp3%20

Ahmadiyah Bukan Islam!
http://mp3.radiorodja.com/files/KUMPULAN_JEDA/Jeda%20Rodja_Ahmadiah%20bukan%20Islam._Ust%20Abdul%20Hakimmp3.mp3%20

Kesempurnaan Islam
http://mp3.radiorodja.com/files/KUMPULAN_JEDA/Jeda%20Rodja59_Kesempurnaan%20Islam.MP3%20

 

Updates:

Untuk pengunjung blog yg mau Jeda RadioRodja yg lengkap, ana punya (oleh2 dari gresik).
jika ada waktu insyaAllah ana upload semua. File jeda yg udah ana upload bisa antum download di http://www.mediafire.com/?jwzmgu545df74
(include jeda rodja do’a kesedihan_ust badru, kesombongan_ust armen, taubat_ust firanda, akhlaq_ust maududi, jeda bom bunuh diri, dll)

Untuk mendownload tinggal klik kanan judulnya, pilih save as/ save link as.

untuk memainkan tiggal klik tombol play.

sumber: fanpage FB Radio Rodja

BerIslam: mulai dari mana? (1)

Mungkin sudah belasan tahun atau puluhan tahun kita menjadi insan muslim. Namun dengan bilangan waktu yang sedemikian banyaknya tersebut, apakah kita sudah berIslam dengan urutan dan tata cara yang benar? Jika jawabannya adalah belum, maka sungguh ironis hal tersebut.

Berapakah waktu yang telah kita sediakan untuk merenungi perjalanan yang telah kita lalui sebagai seorang insan muslim ? Jawabannya terserah pada diri kita masing-masing.

Alhamdulillah, jika kita sekarang mulai sadar. Lihatlah benar-benar pada diri kita masing-masing ! Apakah kita memang telah telah berIslam dengan cara yang benar, memulainya dengan cara yang benar ? Atau kita cuma ikut-ikutan dengan adat kebiasaan orang tua, teman, atau masyarakat sekitar tanpa tahu hakikatnya ?

Sehingga ujung ajaran Islam kita tidak tahu, pangkalnya pun tak kenal. Lalu sebenarnya bagaimana cara berIslam yang benar ?
Lebih khususnya bagaimana cara memulai berIslam yang benar itu ?

Sebenarnya, pertanyaan ini sangat relevan untuk dikemukakan terhadap diri kita. Alhamdulillah, Islam kini telah menyebar di mana-mana. Seruan untuk menegakkan sholat selalu berkumandang di mana-mana. Perintah untuk berinfaq disampaikan di setiap pengajian. Kewajiban berbakti pada orang tua selalu disampaikan di TPA-TPA. Perintah ini-itu tersebar di mana-mana. Sangat mungkin sekali seseorang yang baru melangkah ke jalan Islam akan bingung melihat begitu banyaknya, lengkapnya, dan sempurnanya ajaran Islam. Ia tidak tahu mana yang harus ia lakukan lebih dulu. Naik hajikah ? Atau membayar zakat maal yang belum ia bayar dulu ? Atau mewakafkan tanah untuk masjid ? Mungkin sekali ia bertanya, ” Saya bingung dengan banyaknya perintah dalam Islam. Apa yang harus saya lakukan pertama kali Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: