Arsip Blog

Kematian al Buthy, Makarnya Orang Syi’ah

Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy. (aljazeera.net)

Dunia sempat terkejutkan dengan wafatnya seorang Ulama Asya’iroh, Prof. Sa’id Ramadhan al Buthy yang meninggal disebabkan sebuah operasi saat beliau mengisi majelis fiqih dai salah satu Masjid di Damaskus.

Selepas kematian  al Buthy kamis lalu(21/03), Basyar Ass’ad mengatakan, “Mereka telah membunuhmu, ulama kami, karena Anda angkat bicara dalam menghadapi pemikiran gelap mereka yang bertujuan untuk menghancurkan prinsip-prinsip agama kita yang mengampuni. Janji dari rakyat Suriah dan saya salah satunya, bahwa darah Anda, cucu Anda dan para martir dan semuanya tak akan sia-sia, karena kami akan terus mengikuti pemikiran Anda untuk membasmi kegelapan mereka.” (news.detik.com)

Pernyataan Basyar Ass’ad jelas merupakan taqiyahnya Orang Syi’ah. Salah satu tujuannya ialah untuk memberikan fitnah dan propaganda, untuk menghentikan gerak revolusi di Suriah. Syi’ah Nushairiyah tidak mungkin membiarkan ada tokoh sunni(yg jelas bukan syi’ah) yang menentang langkah mereka di Suriah. Sebelumnya para intelejen rezim Suriah masih membiarkan al Buthy hidup. Karena Read the rest of this entry

Iklan

Sikap Terhadap Kunjungan Obama ke Indonesia

Sebagai seorang muslim, kita dituntut untuk bersikap bara’(berlepas diri) kepada semua kekafiran dan orang kafir. Sikap bara’ tadi perwujudannya ialah dengan membenci kekafiran mereka dalam hati (ini wajib) dan terkadang kita dianjurkan untuk menyatakannya dengan lisan/perbuatan dalam situasi dan kondisi tertentu (seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim dalam QS Al Mumtahanah:4, dan penghancuran beliau terhadap berhala-berhala kaumnya). Akan tetapi untuk mengingkari dengan lisan dan tangan, haruslah mengindahkan kaidah ‘maslahat dan mafsadat‘; artinya, apa yang kita lakukan haruslah mendatangkan maslahat bagi diri dan agama kita, dan bila tidak demikian maka hal tersebut tidak dianjurkan. Karenanya, jika pengingkaran kita secara lisan (misalnya dengan mencaci maki berhala,orang kafir,dsb) malah menimbulkan dampak buruk bagi diri dan agama kita, hal tersebut menjadi haram. Allah berfirman:

وَلا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ

Janganlah kalian mencaci orang-orang yang menyembah selain Allah sehingga mereka membalas mencaci maki Allah tanpa ilmu dan penuh permusuhan.” (QS. Al An’am: 108).

Bara’ kepada kekafiran dan orang kafir juga harus diwujudkan dengan tidak mencontoh tingkah laku mereka yang bertentangan dengan syari’at Islam. Baik itu dalam sisi keyakinan, ibadah, akhlak, maupun mu’amalah mereka.

Bara’ kepada kekafiran dan orang kafir bukan berarti menzhalimi mereka. Kita tetap harus berlaku adil terhadap orang paling kafir sekalipun, dengan memberikan hak-haknya secara Read the rest of this entry

Wahai Muslimun!

Masih hangat dalam ingatan bagaimana negara Yahudi membombardir saudara-saudara kita kaum muslimin di Gaza dan banyak dari mereka wanita dan anak-anak menjadi sasaran empuk berton-ton bahan peledak..

Dan dunia Islam hanya menangis…


Lebih kebelakang lagi, masih melekat di dalam ingatan. Bagaimana saudara-saudara kita di Fallujah, Irak, mendapat perlakuan yg sama dari pasukan kafir. Dengan dalih perdamaian mereka membunuh wanita-wanita tak berdaya, anak-anak kecil yang berlari dengan kaki-kaki mungilnya mencari perlindungan di balik bangunan-bangunan yang rapuh dan dengan seketika tubuh-tubuh kecil mereka pun koyak, wajah-wajah polos mereka meregang nyawa…

Dan sebelum itu ada Fallujah, perang teluk jilid II, Afghanistan, perang teluk jilid I, dan seterusnnya…

Potret ummat Islam masa depan.
“Laksana Buih Lautan”

Belum lagi peristiwa pelecehan Islam melalui kartun Nabi Saw, pelarangan jilbab di negeri-negeri kafir, penistaan Al Qur’an, dan sebagainya…

Dan pada setiap kenyataan itu ternyata kita hanya bisa teriak, menghujat dan yang beraksi pun, itu hanya sebatas simbol penolakan seperti demonstrasi, boikot, aksi solidaritas, dan seterusnnya…

Wahai ummat Islam! tidak sadarkah kita kehinaan dan penindasan mereka Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: