Arsip Blog

Sebuah Renungan

mujahid tilawahTeramat sering kita memikirkan pandangan orang lain terhadap diri kita. Kita berpikir, apakah orang lain tersebut menyukai penampilan, perilaku, tutur kata kita, atau malah membencinya. dan teramat banyak waktu yang kita keluarkan untuk berusaha membuat orang lain berpandangan positif terhadap diri kita.

Namun, pernahkah kita meluangkan waktu sejenak untuk memikirkan, bagaimana pandangan Allah Ta’ala, Rabbnya manusia, terhadap diri kita. Apakah Allah mencintai hambanya ini? atau malah membencinya..

Jika Allah Ta’ala senang kepada hamba-Nya, Dia menjadikannya senang dengan amalan ketaatan, dan hatinya terhiasi oleh amal shalih yang ia lakukan.

حَبَّبَ إِلَيْكُمُ ٱلْإِيمَٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِى قُلُوبِكُمْ
“Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu” [QS al Hujurat:7]

Sedang bila Dia membenci seorang hamba, Dia menjadikannya malas dalam berbuat ketaatan, dan menjadikannya senang dengan kemaksiatan.

كَرِهَ ٱللَّهُ ٱنۢبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ
“Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka” [QS at Taubah:46]

Silakan introspeksi diri kita masing-masing. Bagaimana kondisi hati kita saat melakukan ketaatan? Penuh rasa cinta, takut, dan harap kah? atau dipenuhi rasa kemalasan dan keterpaksaan? Dan lihat kondisi hati kita saat melihat kemungkaran dan kemaksiatan, apakah hati kita terasa panas dan ada keinginan kuat untuk mengingkarinya? atau malah terhanyut oleh lingkungan dan suasana, dan ikut terjerembab dalam hal yang diharamkan.. ‘Iadzan billaah

Iklan

Senantiasalah Bersyukur

Foto pengemis yang saya ambil ketika pergi ke seminar ASHRAE di daerah Pancoran

Foto di atas ialah foto pengemis yang saya ambil ketika pergi ke seminar ASHRAE di daerah Pancoran beberapa waktu lalu.

____

Betapa banyak nikmat Allah yg telah diberikan pada kita, baik yg kita sadari ataupun tidak, dan tak terhitung jumlahnya. Bersyukur Allah mesih memberikan kita nikmat kesehatan, nikmat memiliki anggota tubuh yg lengkap, yg dengannya kita dapat melakukan berbagai aktivitas.. Pernahkah terpikirkan oleh kita, bahwa kenikmatan tersebut Allah cabut?

Apakah kenikmatan masih memiliki anggota tubuh yg lengkap ini senantiasa kita syukuri? kita salurkan ke dalam bentuk ketaatan pada-Nya. Atau malah nikmat&karunia ini malah kita gunakan utk melakukan maksiat pada-Nya?

Maka bersyukur kepada Allah lah yg seharusnya kita lakukan, baik besrsyukur dengan hati kita(dengan meyakini karunia tersebut ialah pemberian dari Allah), bersyukur dengan lisan kita(dengan melafazhkan “alhamdulillaah“), serta bersyukur dengan anggota tubuh kita(dengan melakukan berbagai amal ketaatan).

Ingatlah bahwa kenikmatan yg Allah berikan ini akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Allah Ta’ala berfirman;

“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)” [QS. At Takatsur: 8]

Semoga Allah menjadikan kita ‘abdan syakuuro, hamba yg bersyukur atas segala kenikmatan yg didapat, dan hamba yg tidak mudah mengeluh atas segala musibah yg menimpa..

Indahnya Sebuah Kata Maaf

maaf

Indahnya permohonan maaf itu | buruk, ketika kita mengulagi hal yang sama dalam sebuah kesalahan setelah sebuah permintaan maaf.

Permohonan maaf tidak akan menjatuhkan wibawa | maaf akan semakin bernilai saat anda berada pada posisi yang kuat

Maaf kan aku Ya Rabb | atas perbuatan yang aku sembunyikan dari hamba-hamba-Mu, dan aku lupa akan pandangan-Mu yang tidak dapat ditutupi dengan sesuatu apapun di sisi-Mu

Maaf kan aku wahai Ayah | engkau pergi mendadak tanpa sempat aku melepasmu, sementara hingga usiaku kini aku belum sempat untuk menjadi pribadi yang engkau harapkan dariku

Maaf kan aku wahai Ibu | penantianmu di balik pintu untuk kepulanganku, seringkali aku terlambat pada momen kebahagiaanmu

Maaf kan aku wahai Anak ku | engkau dengan cepat tumbuh besar, sementara aku jauh darimu

Maaf kan aku wahai Istri ku | yang menunggu kalimat indah, tetapi tertidur sebelum mendapatkannya

Maaf, untuk guruku | yang mengajarkanku huruf pertama, tetapi setelah besar aku belum sempat mengucapkan terimakasih

Maaf, untuk para pemuda | karena suaraku lebih rendah dari semangat dan harapan mereka

Maaf, karena aku terlambat untuk meminta maaf | tetapi itu lebih baik dari menanggung beban di dalam hati

Maaf, untuk permintaan maaf yang ku ucap | tetapi tidak mengandung segitiga pertaubatan; penyesalan, tekad untuk menjadi lebih baik, dan pertanggungjawaban

dinukil dari “Renungan Permohonan Maaf”, Salman ‘Audah

Renungan Sebulan Pasca Ramadhan

ramadan___cover_photo__facebook___by_abosami_designer-d56nful

Tidak terasa kita telah beralih dari satu hari ‘Ied (Fithr), ke hari’Ied yang lain (Adha). Sejenak merenung, bagaimana keadaan iman, amal ketaatan, dan penjauhan diri dari ma’siat yang kita lakukan satu bulan sebelum Ied al-fithr dengan satu bulan sebelum Ied al-Adha ini?

Bagaimana kabar tilawatul qur’an kita, sholat malam kita, infaq&sedekah kita? Apakah atsar/jejak semangat ibadah Ramadhan masih melekat pada diri ini? atau telah larut dan hanyut dalam hiruk pikuk kesibukan dunia..

Untuk kita yang sebulan sebelum ‘iedul fithri kemarin khatam al-Qur’an satu, dua, tiga kali, atau bahkan lebih. Berapa porsi tilawah yang telah kita habiskan sebulan sebelum ‘iedul adha ini? Apakah kita mengacuhkan al-Qur’an seiring berlalunya Ramadhan? Jangan sampai kita termasuk seperti yang disebutkan Allah Ta’ala dalam firman-Nya, Read the rest of this entry

Hal yang Membahagiakan dan Membuat Sedih Hati

fastaqim

Salah satu hal yang paling membuat gembira hati ini ialah ketika engkau melihat saudaramu yang dulunya jauh dari nilai Islam -sholat pun jarang-, sekarang engkau melihatnya punya semangat yang tinggi untuk beribadah dan belajar agama.

dan salah satu hal yang paling membuat sedih hati ini ialah ketika engkau melihat saudaramu yang dulunya memegang nilai-nilai keislaman dan berada di atas sunnah, sekarang ciri tersebut telah ia tinggalkan, tenggelam dalam kesibukan dunia, dan melakukan berbagai macam maksiat..

dan yang bisa diri ini panjatkan hanyalah doa; “ya muqallibal quluub, tsabbit qalbiy ‘ala diinik” -wahai pembolak-balik hati, teguhkan hati ini dalam agamamu-

Sesungguhnya tidaklah sulit untuk hidup di atas sunnah, yang sulit ialah untuk mati di atasnya.. (MAH)

*edisi status facebook

Secret Sins, Dosa Rahasia

SECRET GOOD DEEDS OR SECRET BAD DEEDS?

kabairJika melihat salafunash shalih(pendahulu kita yang sholih) rahimahumullaah, mereka memiliki amal baik yang sirriyah(rahasia) yang hanya ia dan Allah Ta’ala yang mengetahuinya. Misalnya saja Abu Bakar radhiallahu’anhu yang merawat dan memenuhi kebutuhan wanita badui yang buta setiap harinya. ataupun Ayub As-Sikhtiyaniy yang berpura-pura menggeliat dan mengeraskan suara ketika bangun tidur seakan baru bangun(padahal sebelumnya ia melaksanakan sholat malam). Atau Ali bin Al Husain yang tiap malam memanggul dan membagikan karung makanan (hingga punggungnya menghitam, dan baru diketahui saat kematiannya). Dan berbagai kisah lain yang menunjukkan mereka menyembunyikan amalannya baik sholat sunnah, shoum, shodaqoh, do’a, dan tangisan mereka di hadapan manusia. Berkata Zubair bin ‘Awwam, “Barangsiapa yang mampu menyembunyikan amalan sholihnya, maka lakukanlah!”

Muslim saat ini, terutama pemudanya, banyak dari mereka memiliki amalan rahasia. Namun apakah amalan baik yang rahasia? Tidak, melainkan secret sins, dosa(amal buruk) rahasia/tersembunyi yang mereka lakukan. Rasa pengagungannya pada manusia melebihi pengagungan pada Allah. Ia menjadi musuh syaithan di saat keramaian, namun menjadi kawan mereka di dalam kesendirian. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: