Arsip Blog

Syarat Diterimanya Ibadah

syrat amalBagaimana rasanya ya ketika kita mengerjakan sesuatu namun hasilnya sia-sia? Misalnya ketika dapat tugas kelompok, kita mengerjakannnya sampai tidak tidur semalaman, tapi ternyata apa yang kita kerjakan tidak dipakai dalam kelompok. atau tugas dari dosen yang kita kerjakan berjam-jam, tapi ternyata tidak diterima oleh dosen karena kelewat deadline misalnya. atau berhari-hari mengerjakan proposal PKM atau proposal bisnis, nyatanya ga lolos seleksi administratif karena hanya salah format.. Ya, kekecewaan yang besar tentunya muncul dalam diri kita.

Nah, itu dalam kehidupan kampus, bagaimana untuk kehidupan akhirat? Jika dalam hal duniawi, setiap kegagalan yang kita terima akan ada proses pembelajaran yang kita dapatkan. Berbeda dengan di akhirat nanti, gagal ketika amalan kita dihisab berarti gagal untuk selamanya, ga akan ada lagi yang namanya revisi, atau mengulang untuk memperbaiki amalan kita..

Maka dari itu kita harus mengetahui, apa saja syarat/ketentuan agar amal ibadah kita diterima di sisi Allah Ta’ala. Agar apa yang kita kerjakan tidak sia-sia, dan agar tidak menyesal di akhirat nanti, sudah berletih dan lelah beramal, namun tidak Allah terima amalan tersebut. Read the rest of this entry

Iklan

Kenapa Memelihara Jenggot?

beard sunnah photo cover fecebook

Keep beard its a sunnah, for facebook cover photo

Diantara teman-teman yang memelihara jenggot, masih agak kesulitan ketika ada yang bertanya kenapa kok jenggotan. Saya yakin mereka sudah tahu akan perintah&sunnah untuk memelihara jenggot, namun ketika menjawabnya ke orang awwam terlebih non-muslim, mungkin agak bingung untuk menjelaskan dan memilih kata-kata. Semoga jawaban di bawah dapat membantu.

Repost dari status Ust Dr. M. Arifin Baderi;

Suatu hari saya melakukan perjalanan dari Surabaya ke Jakarta. Kala itu saya duduk disebelah seorang etnis Cina. Lelaki itu rupaya tidak kuasa menahan rasa penasarannya (ust arifin berjenggot lebat -red), ia bertanya: maaf pak, apa harus berjenggot seperti penampilan para teroris seperti ini? Mendapat pertanyaan ini, saya menjawab: iya, harus.

Kembali lelaki itu bertanya: mengapa?

Saya menjawab : karena jenggot adalah identitas saya sebagai seorang lelaki. Saya adalah seorang yang beragama Islam, dan Islam mengajarkan agar umatnya menjaga identitasnya. Diantara identitas yang harus dijaga ialah identitas gender. Saya sebagai lelaki harus menjaga identitas sebagai lelaki sehingga Read the rest of this entry

Top 10 Hadits Lemah dan Palsu yang Populer pada Bulan Ramadhan

Bismillah, wash Sholaatu was salaamu ‘ala Rosulillaah, wa ‘ala aalihi wa man waa laahu. Berikut adalah beberapa hadits yg masyhur(populer) di masyarakat, khususnya saat bulan Ramadhan yg penur berkah. Sering dibawakan oleh para penceramah, disebarkan lewat sms tausiyah, maupun artikel dan selebaran. Namun amat disayangkan, hadits2 tsb ialah Lemah dan Palsu. Amat penting bagi ummat Islam untuk mengetahui derajat sebuah hadits sebelum mengamalkan atau menyebarkannya, siapa yg meriwayatkan? apakah shahih atau tidak?. Karena hadits lemah, apalagi palsu, tidak dapat disandarkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan mengatakan Rasulullah berkata begini dan begitu padahal -ia tahu bahwa hal tsb- tidak pernah keluar dari lisan beliau yg mulia ataupun tidak pernah dilakukan oleh beliau, merupakan dosa yg besar, sebagaimana sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّار

Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.” [Muttafaqun ‘Alaihi dari shahabat Abu Hurairah, Al-Mughirah bin Syu’bah, dan yang lainnya]

Hadits lemah dan palsu seputar Ramadhan amat banyak, berikut saya bawakan 10 diantaranya; Read the rest of this entry

Terasing

Terasing.. Terasa nyamankah di telinga kita ketika mendengar kata tersebut? Begitulah yang digambarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengenai keadaan ahlussunnah di akhir zaman. Sebagaimana sabda beliau:

“Sesungguhnya Islam berawal dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing” [Shahih, HR Abu Dawud, At Tirmidzi]

Asing, aneh, diluar kebiasaan, dan kata-kata lain yang sejenis melekat pada seorang ahlussunnah yang istiqamah di atas sunnah Nabinya dan menggigitnya dengan gigi geraham di akhir zaman ini. Akhir zaman, yang pada saat munculnya berbagai fitnah, ujian, cobaan, munculnya orang-orang yg menyemarakkan kesyirikan dan melestarikan kebid’ahan, bertebarnya kema’siatan dan merajalelanya kezhaliman, makin banyaknya orang-orang yang menganggap remeh agama, mempermainkannya, bahkan mencampakkannya. Banyak cacian, hinaan, pemberian julukan-julukan dari orang-orang yang jahil terhadap agama kepada ahlussunnah, seperti: teroris, sok alim, jumud, kolot, aliran sesat, salah pemahaman, wahabi, mujassimah, maz’um, dan julukan konyol lainnya seperti: kambing(karena jenggotnya) & kebanjiran(karena tidak isbal pakaiannya). Julukan-julukan tsb akan semakin menjauhkan seorang dari sunnah,  membuat tertekan dan membuat semakin terasing orang-orang yang berusaha mengamalkan sunnah Nabinya yang mulia ‘alaihissholatu wassalam.

Ahlussunnah, ia terasing dalam agama ditengah kerusakan agama manusia. Ia terasing dalam pergaulan di tengah pergaulan manusia yang dipenuhi hawa nafsu, khalwat dan ikhtilat. Ia terasing dalam aqidah di tengah penyimpangan aqidah manusia. Ia adalah orang yang berilmu di tengah manusia-manusia yang jahil. Ia adalah pemurni aqidah di tengah para pelestari kesyirikan. Ia adalah pemegang sunnah di tengah manusia berbuat bid’ah. Ia adalah penyeru kepada Allah dan RasulNya di tengah para pe Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: